AMBON, MalukuTerkini.com – Tim Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menyambangi Desa Ariate, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 17 – 19 Juli 2026 guna melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk program kesehatan terpadu bertajuk “Sehat dan Tanggap”.

Kegiatan yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 ini memfokuskan pelayanan kesehatan primer, edukasi penyakit menular dan tidak menular, hingga pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk merespons keterbatasan akses fasilitas kesehatan lanjutan di wilayah pesisir tersebut.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus Spesialis Saraf FK Unpatti, Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., mengaku intervensi langsung ke tingkat desa merupakan bentuk nyata komplementasi pelayanan kesehatan promotif dan preventif di Provinsi Maluku.

Keterbatasan akses transportasi darat dan laut menuju fasilitas rujukan kerap membuat gejala klinis penyakit berat terabaikan hingga memasuki stadium lanjut.

“Kami menemukan satu warga yang menderita tumor otak dan sudah melakukan pemindaian CT-scan kepala, tetapi masih memendam ketakutan luar biasa untuk menjalani tindakan operasi. Selain itu, ada pula pasien pascatrepanasi yang kondisi tulang tengkoraknya belum ditutup kembali, di samping dominasi 80 persen kasus saraf berupa Hernia Nucleus Pulposus (HNP) servikal dan lumbal serta kelemahan otot tenar,” ungkap Bertha kepada malukuterkini.com, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan tantangan kesehatan modern tidak hanya datang dari penyakit degeneratif pada kelompok lansia, melainkan juga dari pola penggunaan teknologi digital pada usia sekolah.

“Berdasarkan sosialisasi risiko paparan radiasi gawai di SMP Negeri 2 Huamual, terungkap fakta bahwa tiga perempat dari total siswa sudah memiliki telepon seluler sendiri, sementara sisanya menggunakan gawai milik orang tua,” jelasnya.

Dikatakan, tim medis menemukan sekitar sepuluh pelajar yang telah mengalami episode bleng atau kejang diam secara berulang. Dari penelusuran medis lanjutan terhadap tiga pelajar yang memerlukan kontrol intensif, ditemukan gejala klinis memprihatinkan mulai dari nyeri kepala kronis yang disertai kejang fokal pada tangan kanan, penurunan respon membaca, hingga kesulitan berhitung dasar yang membutuhkan tuntunan khusus.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama di SMK Negeri 5 SBB, tim akademisi FK Unpatti yang terdiri dari dr. Ritha Tahittu, M.Kes., dr. Zadrach van Afflen, dan dr. Philemon Putranov Pattinamaa memberikan pembekalan bahaya HIV/AIDS serta pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Para pelajar dibimbing secara praktis melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai standar medis agar memiliki kesiapansiagaan tanggap darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Selain menyasar generasi muda, edukasi pencegahan stunting dan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) juga diselenggarakan secara gratis bagi masyarakat umum. Sebanyak 190 warga Desa Ariate dan sekitarnya terlayani melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta indeks massa tubuh yang didampingi langsung oleh dr. Philemon Putranov Pattinama, dr. Jenifer Johana Paath, dr. Ressita Fannia Iwan, bersama jajaran staf dan mahasiswa FK Unpatti. Sosialisasi tentang Stunting disampaikan oleh dr. Zadrach van Afflen,” katanya.

Bermitra dengan Puskesmas Tanah Goyang, keberadaan skrining berbasis komunitas ini menjadi instrumen krusial dalam memutus rantai keterlambatan diagnosis PTM yang sering kali berkembang tanpa gejala awal.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program kesehatan desa, FK Unpatti mengakhiri rangkaian pengabdian dengan menyerahkan bantuan alat ukur tinggi badan dan timbangan berat badan digital yang diterima langsung oleh Ketua Majelis Jemaat Ariate, Pendeta Betty Awayakuane. (MT-01)