AMBON, MalukuTerkini.com- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Mengusung tema “Pengabdian Kepada Masyarakat Sehat dan Tanggap: Skrining Penyakit Tidak Menular Pada Kelompok Usia Beresiko Dan Bantuan Hidup Dasar Bagi Pelajar”, tim dokter yang juga Akademisi FK Unpatti menggelar pelayanan kesehatan gratis serta edukasi kegawatdaruratan di Desa Ariate, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 17 – 19 Juli 2026.
Kegiatan pelayanan dipusatkan di Gedung Serba Guna Jemaat GPM Ariate dan berhasil menjangkau sedikitnya 190 warga setempat.
Kehadiran tim medis FK Unpatti ini menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Ariate, mengingat akses menuju fasilitas kesehatan rujukan lanjutan memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar akibat keterbatasan sarana transportasi darat maupun laut serta kondisi geografis wilayah SBB yang kompleks.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat yang juga merupakan Spesialis Saraf FK Unpatti, Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., mengaku Penyakit Tidak Menular (PTM) sering kali berkembang tanpa gejala awal yang khas, sehingga skrining dini di tingkat komunitas menjadi krusial.
“Pengabdian ini merupakan wujud nyata kepedulian FK Unpatti untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses geografis maupun ekonomi ke fasilitas kesehatan rujukan. Melalui deteksi dini PTM dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi pelajar, kami berharap dapat membangun masyarakat yang tidak hanya lebih sehat, tetapi juga tanggap dalam menghadapi situasi darurat medis di lingkungan mereka,” ungkapnya.
Bertha menjelaskan, PTM seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan saraf kerap terlambat terdeteksi karena kurangnya pemantauan berkala.
“Keterlambatan penanganan ini berisiko memicu komplikasi serius sebelum pasien menyadari kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, kegiatan ini memfokuskan pelayanan pada pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mengintervensi faktor risiko secara lebih awal,” jelasnya..
Dalam penanganan klinis, rincinya, tim menemukan berbagai kasus penyakit saraf dan musculoskeletal yang cukup dominan di tengah warga.
“Sekitar 80 persen dari total pasien saraf yang diperiksa mengalami kondisi Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Cervical, atrofi otot tenar, serta HNP lumbal. Selain itu, ditemui pula kasus keluhan nyeri kepala kronis (cephalgia kronik) dan Rheumatoid Arthritis,” rincinya.
Tim dokter juga menemukan kasus medis khusus yang membutuhkan penanganan lanjutan secara intensif, di antaranya seorang warga yang teridentifikasi mengidap tumor otak (Brain Tumor) dan telah menjalani pemeriksaan CT Scan kepala namun masih merasa takut untuk menjalani tindakan operasi.
“Tim juga mendampingi seorang pasien paska-trepanasi yang kondisi tulang tengkoraknya belum ditutup kembali,” katanya.
Pelayanan kesehatan terpadu ini terwujud atas kolaborasi erat FK Unpatti dengan Puskesmas Tanah Goyang sebagai puskemas pembina wilayah Desa Ariate.
Selain Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes., jajaran dokter yang turun langsung melayani warga antara lain dr. Ritha Tahittu, M.Kes., dr. Zadrach van Afflen, dr. Philemon Putranov Pattinama, dr. Jenifer Johana Paath, serta dr. Ressita Fannia Iwan, yang didampingi oleh sejumlah mahasiswa dan staf Fakultas Kedokteran Unpatti.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan pemantauan kesehatan mandiri di tingkat desa, rangkaian kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan penyerahan bantuan alat ukur tinggi badan dan timbangan berat badan digital kepada Jemaat GPM Ariate.
Bantuan sarana kesehatan tersebut diterima secara langsung oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Ariate, Pendeta Betty Awayakuane, yang mengapresiasi kontribusi nyata akademisi FK Unpatti dalam mendukung kesehatan jemaat dan warga SBB. (MT-01)
