AMBON, MalukuTerkini.com Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan pentingnya sinergi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) dalam mendorong pengembangan potensi lulusan serta meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Kemitraan antara alumni dan almamater ini dinilai menjadi kunci utama dalam membawa Unpatti menuju universitas yang unggul dan berkarakter di masa depan.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi, M.Si., saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I IKAPATTI di Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (21/7/2026) malam.

Ruslan mengibaratkan hubungan antara IKAPATTI dan Unpatti layaknya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

“Meskipun keduanya memiliki pola kerja dan struktur organisasi yang berdiri sendiri, IKAPATTI memegang peran vital sebagai sarana untuk mengembangkan dan mendistribusikan para alumni muda agar bisa mendapatkan pelatihan hingga memperoleh pekerjaan yang layak,” tandasnya.

Kehadiran Sekda Provinsi Maluku, Sadali Ie, yang memimpin organisasi alumni tersebut sebagai Ketua Umum, jelasnya, diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen alumni Unpatti.

Ruslan optimistis kepemimpinan tersebut dapat menginspirasi para lulusan untuk terus mengoptimalkan potensi diri agar mampu berada di posisi strategis pemerintahan, baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga ranah nasional dan internasional.

“Mudah-mudahan ini harapan kita semuanya, sehingga gerakan-gerakan IKAPATTI itu pasti mendorong bersinarnya Unpatti unggul dan berkarakter ke depan. Itu harapan kami, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan secara baik,” jelasnya.

Ruslan menegaskan kiprah alumni di dunia kerja berpengaruh langsung terhadap rekam jejak akademis kampus, khususnya dalam proses akreditasi universitas maupun program studi.

“Kelayakan suatu program studi untuk dipertahankan sangat bergantung pada seberapa besar lulusannya terserap oleh pasar kerja,” tandasnya.

Ia menjelaskan pihak perguruan tinggi mengukur kualitas lulusan tersebut melalui mekanisme penelusuran alumni atau tracer study.

“Melalui sistem tersebut, kampus tidak hanya melacak keberadaan alumni setelah lulus, tetapi juga mengukur lamanya masa tunggu hingga mendapatkan pekerjaan pertama serta besaran gaji yang diterima,” jelasnya. (MT-01)