AMBON, MalukuTerkini.com — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy Ambon, dr. Winny N. Leiwakabessy, Sp.PA., M.Kes., menegaskan pentingnya bagi setiap dokter muda untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga wajib memiliki jiwa yang melayani dalam menyikapi realita pelayanan kesehatan masyarakat.
Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Winny saat memberikan sambutan pada prosesi Ikrar Janji 36 Dokter Muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) yang berlangsung khidmat di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Senin (27/7/2026).
Atas nama manajemen dan seluruh keluarga besar RSUD Haulussy, Winny menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dekan beserta seluruh civitas akademika FK Unpatti atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RSUD Haulussy sebagai rumah sakit pendidikan utama dalam mendidik calon-calon dokter bagi bangsa, khususnya di Provinsi Maluku.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh dokter muda yang telah mengucapkan ikrar profesi.

Menurutnya, momen pengucapan ikrar tersebut bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk belajar langsung dari pasien, para guru, serta pengalaman di lapangan.
“Ikrar yang diucapkan merupakan janji moral, janji profesi, sekaligus komitmen kepada Tuhan, masyarakat, dan diri sendiri untuk menjalankan profesi dengan penuh integritas, kejujuran, dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan Provinsi Maluku sekaligus rumah sakit pendidikan utama, RSUD Haulussy, kata Winny menjadi tempat para dokter muda belajar menghadapi realita pelayanan kesehatan secara nyata.
“Di rumah sakit, anda tidak hanya akan menemukan berbagai penyakit, tetapi juga akan belajar memahami harapan, memahami bagaimana cemasnya pasien, bahkan air mata pasien dan keluarganya,” katanya.
Winny berpesan agar para dokter muda menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa yang melayani dengan menghormati pasien tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun suku.
“Sikap saling menghormati juga harus ditunjukkan kepada pembimbing klinik, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta seluruh staf rumah sakit karena setiap profesi memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ingatlah keselamatan pasien atau patient safety harus selalu menjadi prioritas utama. Bangunlah budaya disiplin, komunikasi yang baik, kerja sama tim, dan jangan pernah berhenti belajar. Seorang dokter yang baik adalah dokter yang terus memperbaiki dirinya sepanjang hayat,” tandasnya.
Ia juga berharap selama menjalani kepaniteraan klinik, para dokter muda dapat menjaga nama baik almamater, menjaga etika profesi, serta menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pelayanan.
“Para dokter muda menjadikan setiap pasien sebagai guru, setiap tantangan sebagai pembelajaran, dan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi dokter yang profesional sekaligus humanis,” ujarnya. (MT-01)
