AMBON, MalukuTerkini.com – Ketua Senat Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Tonny D. Pariela, M.A., mengingatkan seluruh wisudawan dan komunitas terpelajar untuk senantiasa menjaga integritas akademik di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.

Fenomena kemudahan akses informasi saat ini dinilai berpotensi memicu bias kognitif atau ilusi pengetahuan, sehingga masyarakat kerap mengabaikan otoritas keahlian dan kepakaran ilmiah.

Pesan tersebut disampaikan Prof Tonny Pariela saat memimpin Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor periode Juli 2026 yang berlangsung di Auditorium Unpatti, Ambon, Rabu (29/7/2026).

Dalam pidatonyo, Guru Besar Ilmu Sosiologi Unpatti ini menyoroti dampak ganda dari kemajuan teknologi modern yang tengah melanda berbagai sendi kehidupan manusia.

“Walaupun inovasi digital menawarkan berbagai kenyamanan yang patut disyukuri sebagai anugerah, di sisi lain terdapat implikasi mengkhawatirkan yang jarang mendapatkan perhatian serius dari publik, khususnya yang berkaitan langsung dengan kualifikasi akademik,” ungkapnya.

Guna memperkuat pandangannya, Pariela mengutip pemikiran Tom Nichols dari bukunya yang berjudul The Death of Expertise: The Campaign Against Established Knowledge and Why It Matters.

“Pemikiran tersebut merumuskan fenomena di era digital dan demokrasi modern ketika terjadi penyerangan akut terhadap otoritas pengetahuan, yang mengakibatkan kepakaran para ahli sering diabaikan, dicurigai, hingga ditolak secara terbuka oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Pariela mengatakan fenomena penolakan terhadap kepakaran tersebut bukan disebabkan oleh menurunnya tingkat pendidikan masyarakat, melainkan karena kebebasan serta kemudahan akses data dan informasi di internet.

“Kondisi demokratisasi informasi ini acap kali disalahartikan sehingga memicu munculnya ilusi pengetahuan, yaitu keadaan ketika seseorang merasa paling tahu melebihi para ahli di bidangnya hanya karena telah membaca informasi tertentu dari internet. Dalam dunia psikologi, gejala bias kognitif ini dikenal luas sebagai efek Dunning-Kruger. Sebagai komunitas terpelajar, orang-orang yang hari ini absah mendapatkan pengakuan akademik melalui wisuda, para wisudawan bahkan kita semua dapat menjadikan pandangan kritis-korektif Tom Nichols ini sebagai peringatan agar kita tetap menjaga batas-batas disiplin keilmuan kita masing-masing,” kata Pariela.

Mantan Dekan FISIP Unpatti ini mengimbau seluruh lulusan Unpatti agar tidak terjebak dalam perangkap ilusi pengetahuan dan terus berupaya meningkatkan kapasitas serta kompetensi keilmuan menuju standar kepakaran yang lebih tinggi, baik melalui jalur pendidikan formal maupun belajar secara mandiri.

“Langkah ini merupakan bagian utuh dari integritas diri dan integritas akademik yang harus menjadi karakter kejiwaan mendasar bagi setiap alumnus Unpatti,”ujarnya

Ia menegaskan pemahaman akan batas keilmuan dan penanaman nilai-nilai akademik tersebut sangat penting agar para lulusan dapat mendidik serta mendisiplinkan diri masing-masing.

“Dengan menjaga integritas akademik secara konsisten, generasi terpelajar diharapkan tidak bermental menerabas dan tidak menghalalkan segala cara demi mencapai suatu tujuan,” tandasnya. (MT-01)