AMBON, MalukuTerkini.com Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar kuliah umum bertajuk “Update Management for Common Ear, Nose, and Throat (ENT) Clinical Cases” dengan menghadirkan Guru Besar Bidang Ilmu Onkologi Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof. Dr. Achmad Chusnu Romdhoni, dr., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), FICS.

Kuliah Umum yang dipusatkan di Auditorium FK Unpatti pada Sabtu (1/8/2026) ini digelar untuk mendorong peningkatan mutu serta jangkauan pelayanan kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, dan Bedah Kepala Leher (THT-BKL) di seluruh penjuru Provinsi Maluku.

Dalam sambutannya, Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., mengaku keterbatasan jumlah dokter spesialis THT-KL di Maluku bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, sebab semangat melayani serta dukungan dari para dokter umum dan mahasiswa koas yang tersebar di wilayah kepulauan ini akan terus memperkuat sistem layanan medis secara bertahap.

“Walaupun masih sedikit jumlah spesialis THT-KL di Maluku, tetapi dengan semangat melayani maka kami harapkan pasti akan tumbuh. Dibantu juga dengan adik-adik kami dokter-dokter umum yang ada di seluruh penjuru Maluku, juga adik-adik koas yang juga ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan THT-KL, kami yakin bahwa pelayanan kesehatan terutama mengenai THT-KL di Provinsi Maluku ini akan pelan-pelan meningkat, pelan-pelan menemukan ritme yang baik, pola yang baik, sehingga dapat juga ikut memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku,” ungkapnya.

Farah menjelaskan alasan pemilihan tema “Update Management for Common ENT Clinical Cases” dalam kuliah umum tersebut.

Menurutnya, dunia kedokteran senantiasa dihadapkan pada perkembangan dinamis, baik berupa penemuan penyakit baru, dinamika infeksi, maupun riset-riset medis terkini.

“Tenaga medis dan calon dokter dituntut untuk terus membuka diri terhadap ilmu pengetahuan terbaru demi beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Farah juga menegaskan proses belajar sepanjang hayat (lifelong learning) merupakan identitas utama yang melekat pada diri seorang dokter hingga akhir hayat.

“Kami berharap seluruh mahasiswa medis yang hadir dapat menggali ilmu secara mendalam serta memanfaatkan kesempatan berharga untuk berdiskusi langsung dengan pakar THT-BKL tingkat nasional demi kemajuan dunia kesehatan di Maluku,” tandansya. (MT-01)