AMBON, MalukuTerkini.com – Pelaksanaan program pemerintah kini semakin menuntut keterlibatan berbagai pihak. Tantangan yang semakin kompleks membuat keberhasilan sebuah program tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan internal instansi, tetapi juga pada kemampuan membangun jejaring kemitraan yang saling melengkapi sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
Pendekatan tersebut menjadi arah yang terus dikembangkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku. Melalui koordinasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kementerian Hukum berupaya memperkuat dukungan terhadap program pendidikan dan rangkaian Hari Pengayoman Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih terarah.
Pembahasan itu berlangsung saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, Saiful Sahri, menerima Pimpinan BRI beserta jajaran di Ruang Kerja Kepala Kantor Wilayah, Senin (3/8/2026).
Pertemuan dimanfaatkan untuk menyelaraskan pandangan mengenai bentuk dukungan yang dapat dikembangkan tanpa keluar dari tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

Bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku, program pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Hari Pengayoman menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, pengabdian, dan semangat melayani yang menjadi fondasi pelaksanaan tugas Kementerian Hukum.
Saiful Sahri menilai, kemitraan yang dibangun dengan berbagai institusi harus menghasilkan manfaat yang nyata. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang berkelanjutan perlu terus dipelihara agar setiap kolaborasi mampu mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif.
“Kami ingin setiap kemitraan yang dibangun memiliki tujuan yang jelas dan memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan program. Ketika setiap pihak bergerak sesuai perannya, hasil yang dicapai akan jauh lebih optimal,” ujar Saiful.
Pimpinan BRI menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku. BRI juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat koordinasi dalam mendukung berbagai program yang menjadi perhatian bersama sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Koordinasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan kemitraan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program yang memiliki dampak nyata.
Melalui sinergi yang semakin kuat, program pendidikan dan rangkaian Hari Pengayoman Tahun 2026 diharapkan dapat terlaksana secara optimal sekaligus memperkuat kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat di Provinsi Maluku. (MT-04)
