BULA, MalukuTerkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus memperkuat komitmen pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan responsif.

Sepanjang periode Februari – Agustus 2026, Layanan Pengaduan Darurat Call Center 112 SBT tercatat telah menerima serta menindaklanjuti seluruh aduan masyarakat yang masuk sebanyak 194 laporan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten SBT, Sitti R Meutia Manaban mengaku kehadiran layanan darurat bebas pulsa selama 24 jam ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan perlindungan dan bantuan cepat bagi warga yang menghadapi kondisi darurat.

“Setiap laporan yang masuk menjadi bentuk kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif. Sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik,” ungkap Sitti R. Meutia Manaban kepada malukuterkini.com di Bula, Senin (3/8/2026).

Ia merincikan, berdasarkan data rekapitulasi penanganan aduan, intensitas laporan masyarakat mengalami penanganan yang bervariasi setiap bulannya.

“Pada bulan Februari tercatat ada 20 laporan yang masuk terkait kebakaran, gangguan listrik, hingga permintaan bantuan ambulans. Angka tersebut meningkat pada bulan Maret dan April yang masing-masing mencatatkan 28 laporan, mencakup penanganan evakuasi sarang tawon, gangguan kamtibmas, kerusakan infrastruktur, hingga insiden kecelakaan laut,” rincinya.

Ia mengaku tren laporan sempat melandai pada bulan Mei dengan 24 laporan dan Juni sebanyak 27 laporan, dengan dominasi aduan seputar gangguan PLN, pohon patah, evakuasi pasien gawat darurat, hingga pasokan air bersih.

“Puncak penanganan terjadi pada bulan Juli dengan total 48 laporan yang didominasi insiden kebakaran hutan, evakuasi sarang tawon, gangguan listrik, serta gangguan kamtibmas. Sementara itu, hingga awal Agustus, tercatat sebanyak 19 laporan telah selesai ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” ungkapnya.

Meutia menjelaskan keberhasilan penanganan 100 persen terhadap 194 laporan yang masuk merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang solid antara tim Call Center 112 dengan berbagai dinas teknis dan aparat keamanan di Kabupaten SBT.

Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar terus memanfaatkan fasilitas darurat ini secara bijak demi efektivitas pelayanan bagi pihak yang benar-benar membutuhkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan 112 ini secara bijak khusus untuk kondisi darurat, serta menghindari panggilan iseng (prank call) agar petugas dapat memberikan respons optimal bagi warga yang benar-benar dalam keadaan mendesak,” ujarnya. (MT-07)