PIRU, MalukuTerkini.com – Gedung Gereja Getsemani, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Getsemani, Klasis Seram Barat, ditahbiskan, Minggu (30/8/2026).

Prosesi pentahbisan gereja yang terletak di Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) itu berlangsung dalam Ibadah Minggu yang dipimpin Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Sacharias Izack Sapulette.

Dalam khotbahnya, Pendeta SI Sapulette menegaskan kemegahan fisik tempat ibadah yang baru harus diimbangi dengan pembangunan spiritualitas dan iman dalam setiap keluarga.

“Di tengah rasa syukur atas selesainya pembangunan gereja, umat harus merefleksikan kembali kondisi iman personal maupun persekutuan jemaat,” tandasnya.

Ia mengaku gereja sejati dibangun dari dalam diri setiap manusia melalui penguatan Roh Kudus dan kasih Kristus.

“Kita bersukacita karena gedung gereja ini telah selesai dibangun dan ditahbiskan. Tetapi firman Tuhan yang dibacakan dalam ibadah ini mengajak kita juga untuk bertanya lebih dalam: Apakah keluarga-keluarga kita juga sedang dibangun? Apakah manusia batin kita juga sedang dibangun?” ungkapnya.

Pendeta Sapulette juga menganalogikan bangunan fisik dengan ketahanan iman suatu komunitas.

“Sebuah gedung gereja dapat berdiri megah dan indah karena ditopang oleh fondasi serta tiang-tiang yang kokoh, meskipun bagian paling menentukan—yaitu fondasinya—sering kali tidak terlihat. Apabila fondasi sebuah bangunan lemah, maka perlahan struktur di atasnya akan retak dan runtuh,” jelasnya.

Prinsip serupa, katanya, berlaku penuh bagi kehidupan bermasyarakat dan beriman. “Sebuah keluarga maupun jemaat hanya bisa berdiri teguh menghadapi berbagai tantangan jika ditopang oleh fondasi iman yang kuat, persekutuan yang erat, serta relasi yang dilandasi kasih saying,” kataya.

Ia menegaskan pesan-pesan dari mimbar Gereja Getsemani diharapkan dapat terus menuntun batin umat untuk selalu mengandalkan Tuhan.

“Keberadaan gedung gereja yang baru ditahbiskan tersebut akan menjadi sungguh bermakna apabila seluruh jemaat mampu menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari serta mewariskan nilai-nilai kasih tersebut secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” tandasnya. (MT-06)