AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatolog, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Maluku untuk mewaspadai potensi paparan asap yang diprakirakan masih bertahan hingga tiga hari ke depan.

Fenomena asap tipis hingga tebal tersebut telah menyelimuti sejumlah wilayah kabupaten dan kota dengan jarak pandang yang mengalami penurunan signifikan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura, Kamari, menjelaskan hasil observasi sepekan terakhir menunjukkan paparan asap tipis hingga sedang menyelimuti langit Maluku dengan jarak pandang berkisar antara 5 hingga 9 kilometer.

“Kondisi tersebut memburuk pada Sabtu (3/10/2026) pagi, di mana paparan asap cukup tebal membuat jarak pandang berkurang hingga di bawah 5 kilometer di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, serta Buru Selatan,” jelas. Kamari dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, berdasarkan analisis pemantauan BMKG, sebaran asap yang melingkupi wilayah Maluku tidak hanya dipicu oleh titik panas lokal, melainkan juga akibat sebaran asap dari luar daerah.

“Berdasarkan arah angin yang bertiup dari Timur ke Barat Laut dan pantauan satelit Himawari 9 SM, sebaran asap yang masuk ke Maluku berasal dari Papua dan sebagian kecil dari Pulau Buru dan Pulau Seram,” ungkapya.

Kamari mengatakan, data pemantauan pada 3 Oktober 2026 menunjukkan terdapat hingga 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Maluku, di mana jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Buru Selatan.

“Kondisi atmosfer ini memicu munculnya potensi asap kategori sedang yang diprediksi masih berlanjut selama tiga hari mendatang di Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, hingga Kepulauan Tanimbar Bagian Utara,” katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, jelasnya, BMKG meminta masyarakat meningkatkan langkah antisipasi diri saat menjalankan aktivitas sehari-hari guna menjaga kesehatan respirasi.

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menutup jendela tempat tinggal ketika asap terasa semakin pekat,” jelas Kamari.

Secara khusus, pihak BMKG menekankan perlunya perlindungan ekstra bagi kelompok rentan dari paparan polusi asap di udara.

“Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan sangat disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan sampai kondisi udara membaik,” katanya.

Selain sektor kesehatan, BMKG turut mengingatkan para pelaku moda transportasi darat, laut, maupun udara untuk mengedepankan keselamatan operasional.

“Pengguna jalan, transportasi laut, maupun penerbangan agar selalu waspada jika terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan,” tandas Kamari. (MT-06)