AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat menghadiri ibadah bersama jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Efrata Pandan Kasturi, Klasis Pulau Ambon Timur, Minggu (25/10/2026).

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan perbedaan pandangan dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi dengan kepala dingin, komunikasi terbuka, dan semangat saling menghormati.

“Persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog berpotensi berkembang menjadi konflik apabila direspons dengan emosi, kesalahpahaman, maupun informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi persoalan besar hanya karena kita tidak mampu mengendalikan emosi dan tidak mau saling memahami. Mari kita mengedepankan dialog, persaudaraan, toleransi, dan penyelesaian masalah secara damai,” pesan Kapolda yang merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 in.

Ia mengatakan, menjaga keamanan dan kedamaian bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

“Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda hingga warga, sangat diperlukan untuk mencegah perselisihan dan memelihara keharmonisan sosial,” kata mantan Asisten Logistik (Aslog) Kapolri ini.

Dalam suasana ibadah yang berlangsung penuh khidmat, Kapolda juga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat beribadah sekaligus bertemu langsung dengan jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi.

Ia mengapresiasi semangat pelayanan jemaat yang dinilainya mencerminkan pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.

“Di sini saya melihat sesuatu yang luar biasa. Banyak orang yang dengan sukacita berlomba-lomba untuk melayani Tuhan. Ini merupakan berkat yang luar biasa dan patut kita syukuri bersama,” ungkap mantan Kaolda DI Yogyakarya ini.

Kapolda mengajak jemaat untuk tidak hanya memaknai kasih sebagai bagian dari kehidupan beribadah, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Hal itu dapat dilakukan dengan membantu sesama yang membutuhkan, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Menurut Suwondo, nilai kasih dan persaudaraan perlu terus ditanamkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan gereja, maupun pergaulan sosial.

“Dengan demikian, hubungan antarsesama dapat terpelihara dengan baik meskipun terdapat perbedaan pandangan dan latar belakang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kesan positif terhadap talenta dan semangat kebersamaan masyarakat Maluku. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan untuk memperkuat hubungan sosial dan mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

Kapolda menilai nilai-nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan juga relevan dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik, termasuk bagi Polri dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. (MT-04)