AMBON, MalukuTerkini.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, mengingatkan seluruh kader AMPG di Maluku agar menjaga soliditas organisasi, menghindari perpecahan, serta tidak memiliki loyalitas ganda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.
Hal tersebut ditegaskan Ubaidillah saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda sekaligus Pengukuhan Pengurus AMPG Provinsi Maluku di Ambon, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Young Leaders, New Energy: Mencetak Generasi Muda yang Berkarakter, Inovatif, Adaptif, dan Siap Memimpin” ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas kader muda sekaligus mendorong konsolidasi organisasi AMPG hingga tingkat kabupaten/kota di Maluku.
Dalam arahannya, Ubaidillah menekankan pentingnya mengoptimalkan kepengurusan AMPG di seluruh wilayah Maluku. Menurutnya, pembentukan organisasi tidak boleh hanya sebatas memenuhi aspek administratif, tetapi harus diikuti dengan penggerakan, pembinaan, dan pemberdayaan kader secara berkelanjutan.
“Baik di tingkat pusat maupun daerah, saya akan meminta teman-teman dari kabupaten/kota agar MPB-nya turut digerakkan, dipantau, dibina, dan diberikan perhatian khusus sehingga dapat diberdayakan dengan baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keberadaan AMPG harus mampu menjadi wadah yang efektif dalam mendayagunakan seluruh kader. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan harus menghasilkan kader-kader yang memiliki militansi, produktivitas, serta kesiapan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Ubaidillah bahkan menegaskan, keberhasilan proses pendidikan dan pengaderan AMPG tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan.
“Jika pendidikan dan pelatihan ini tidak mampu melahirkan kader-kader yang militan dan produktif, berarti kita telah gagal mencetak kader,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa AMPG memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan regenerasi kepemimpinan Partai Golkar. Kader muda yang mengikuti pendidikan dan pelatihan diharapkan tidak hanya memahami teori organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mengambil peran kepemimpinan pada masa mendatang.
Menurut Ubaidillah, upaya membesarkan Partai Golkar dan meningkatkan perolehan kursi politik harus diawali dengan membangun organisasi AMPG yang solid, berkualitas, loyal terhadap kepemimpinan, serta produktif dalam melaksanakan kerja-kerja organisasi.
Ia menegaskan bahwa AMPG merupakan bagian integral dari Partai Golkar sehingga arah gerak organisasi harus sejalan dengan kebijakan dan kepemimpinan partai.
“AMPG adalah bagian dari tubuh Partai Golkar. Kalau Partai Golkar bergerak ke kanan, maka AMPG tidak boleh bergerak ke kiri. Tidak boleh ada perpecahan maupun loyalitas ganda dalam organisasi,” tegasnya.
Ubaidillah berharap, melalui Diklat Kader Muda dan pengukuhan pengurus AMPG Maluku, konsolidasi organisasi dapat semakin kuat, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki militansi, serta siap menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan Partai Golkar di Maluku.
Dengan demikian, AMPG diharapkan tidak hanya menjadi organisasi kepemudaan partai, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam memperkuat soliditas dan memperbesar Partai Golkar di daerah. (MT-04)
