oleh

BMKG: Warga Jangan Terpancing Isu Gempa & Tsunami

-Bencana-1.572 views

AMBON – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Pulau Ambon, Piru dan  Saparua  adalah  tidak  benar  atau  berita  bohong  (hoax).

“Terkait dengan isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan  Saparua  adalah  tidak  benar  atau  berita  bohong  (hoax),  karena  hingga  saat ini belum ada teknologi  yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya,” tandas Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly dalam rilisnya yang diterima malukuterkini.com, Jumat (27/9/2019).

Hal itu diungkapkan Muhammad Sadly menyikapi beredarnya  berita  di  masyarakat  dan  viral  di  media  sosial  terkait isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Pulau Ambon dan sekitarnya. “Hingga Jumat (27/9/2019), secara statistik frekuensi kejadian gempa cenderung semakin mengecil,” ujarnya.

PEMANTAUAN GEMPA – Petugas Stasiun Geofisika Ambon memantau perkembangan gempa yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, sejak Kamis (26/9/2019).

Ia menghimbau warga agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.

“Terkait  informasi  gempa bumi  dan  tsunami,  pastikan  informasi  resmi  hanya bersumber  dari  BMKG  yang  disebarkan  melalui  kanal  komunikasi  resmi  yang telah terverifikasi. Untuk itu warga dihimbau  agar  tetap  tenang  dan  tidak  terpancing oleh  isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M 6,8 terjadi pada Kamis (26/9/2019), pukul 08.46 WIT. Gempa tersebut terjadi pada 40 km timur laut Ambon, Maluku dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya BMKG merilis gempa dengan kekuatan M 6,8 tetapi kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,5.

Pasca terjadinya gempa utama tersebut hingga Jumat (27/9/2019) pukul 17.00 WIT sesuai data Stasiun Geofisika Ambon tercatat sudah terjadi 296 gempa susulan. 45 diantaranya masuk kategori gempa yang dirasakan  (MT-02)

Komentar

News Feed