oleh

Inilah Daerah-daerah Terinovatif di Indonesia

-Nasional-554 views

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2019 kepada sejumlah daerah penerima.

Penyerahan penghargaan IGA tahun 2019 berlangsung di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Adapun daerah yang mendapatkan penghargaan dalam ajang Innovative Government Awards (IGA) tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Pertama, Kategori Daerah Perbatasan (3 Kabupaten) yaitu Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Morotai. Kategori Daerah Tertinggal (2 Kabupaten), yaitu Kabupaten Sigi dan Kabupaten Nabire.

Kedua, Kategori Kabupaten Terinovatif yaitu Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banggai, Kabupaten Agam, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Padang Pariaman.

Ketiga, Kategori Kota Terinovatif, yaitu Kota Denpasar, Kota Bogor, Kota Bontang, Kota Malang, Kota Cimah, Kota Bandung, Kota Makassar, Kota Magelang dan Kota Surakarta.

Keempat, Kategori Provinsi Terinovatif, yaitu Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Riau.

KOTA TERINOVATIF – Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2019 Kategori Kota Terinovatif kepada wali kota penerima saat malam penganugerahan yang berlangsung di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/10/2019). Kesembilan Kota Terinovatif yaitu Kota Denpasar, Kota Bogor, Kota Bontang, Kota Malang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Makassar, Kota Magelang dan Kota Surakarta.

Mendagri saat memberikan sambutan mengatakan, visi inovasi harus mewarnai pembangunan di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal tersebut juga sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo yang menekankan filosofi inovasi dengan memangkas biaya, memangkas jalur birokrasi, dan pelayanan yang serba cepat.

“Visi inovasi daerah kedepan memang harus dapat mewarnai pembangunan di seluruh Indonesia. Visi inovasi juga harus dilakukan secara inovatif, oleh karena itu kita harus mewujudkan inovasi di seluruh daerah Indonesia baik lahir dari daerah maupun yang difasilitasi oleh pemerintah pusat harus menjadi smart government, hal ini dapat diwujudkan dengan merefleksikan smart city dan smart regional di seluruh Indonesia,” kata Tjahjo.

Ia menjelaskan, lompatan strategis pembangunan melalui inovasi harus digalang oleh semua pihak baik oleh pemerintah, akademisi, kalangan pengusaha, serta oleh berbagai elemen masyarakat yang ada. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di suatu daerah.

“Ketertinggalan pembangunan sebuah daerah akan difasilitasi percepatan pembangunannya melalui replikasi inovasi daerah yang telah menjadi best praktis dengan memodifikasi inovasi sesuai dengan kearifan lokal yang ada di daerah, sehingga yang kami harapkan oleh Kemendagri, satu daerah kabupaten/kota minimal mempunyai satu daerah wisata,” jelasnya.

Tak hanya melalui pemaksimalan potensi wisata, daerah juga diminta untuk menonjolkan sisi kerajinan dan kuliner khas yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang juga pemberdayaan masyarakat setempat.

“Daerah harus mempunyai kerajinan yang khas di tiap-tiap daerah, baik kota maupun kabupaten. Kemudian, kulinernya yang khas, itu yang saya kira harus kita galakkan bersama. Dari ketiga hal ini saya juga menitipkan kalau daerah ada sesuatu yang menjadi ciri khas untuk segera dilakukan hak paten sebagai bentuk ciri khas daerah,” ungkapnya.

Tjahjo menilai, pengahargaan yang diberikannya tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode tahun sebelumnya.

“Secara singkat kami ingin sampaikan bahwa ada kemajuan dibanding tahun lalu, ditingkat provinsi masih sama, tapi di tingkat kabupaten/kota masih muncul beberapa daerah-daerah baru yg mendapatkan penghargaan,” jelasnya. (MT-06)

Komentar

News Feed