oleh

BMKG Pantau Gempa Susulan di Laut Maluku, Bali & Ambon

-Bencana-1.133 views

AMBON – Badan Meteorologi, Klimatoligi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau gempa-gempa susulan yang mengguncang wilayah Maluku Utara, Bali maupun Ambon dan sekitarnya.

“Hingga Sabtu (16/11/2019) pukul 20.00 WIT, hasil monitoring BMKG terhadap gempa yang terjadi di Laut Maluku M=7,1 menunjukkan telah terjadi 185 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Gempa susulan dengan magnitudo paling besar M=6,1 dan terkecil M=2,7. Gempa susulan dengan guncangan dirasakan terjadi sebanyak 10 kali,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2019).

Dijelaskan, gempa Laut Maluku memiliki tipe diawali gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama (main shock), selanjutnya diikuti oleh serangkaian aktivitas gempa susulan.

“Sebelum terjadi gempa utama M=7,1 pada 14 November 2019 pukul 23.17 WIB di di sekitar lokasi episenter gempa utama telah terjadi 2 kali aktivitas gempa pada 12 November 2011 pukul 15.11 WIB dengan magnitudo M=4,4 dan pada 13 November 2019 pukul 18.18 WIB dengan magnitudo M=3,4. Aktivitas 2 gempa ini diyakini sebagai gempa pendahuluan dari Gempa Laut Maluku,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kamis (14/11/2019) pukul 17.21 WITA, wilayah Bali Utara juga diguncang gempa M=5,0. Gempa yang sempat membuat panik masyarakat Bali ini juga diikuti oleh serangkaian gempa susulan.

Update hingga Sabtu (16/11/2019) pukul 20.00 WIT telah tercatat sebanyak 100 kali gempa susulan. Seperti halnya Gempa Laut Maluku, Gempa Bali Utara ini juga didahului oleh gempa pendahuluan pada pukul 18.09 WITA dengan magnitudo M=4,4 dan pukul 17.10 WIB dengan magnitudo M=4,6,” kata Rahmat Triyono.

Sedangkan jauh hari sebelumnya, Pulau Ambon dan sekitarnya juga diguncang gempa M=6,5 pada 26 September 2019.

“Gempa ini sangat destruktif dan menimbulkan korban jiwa. Menariknya, hingga Sabtu (16/11/2019) pukul 20.00 WIT, BMKG masih mencatat aktivitas gempa susulan hingga sebanyak 2.345 kali dengan magnitudo terbesar M=5,6 dan terkecil M=1.0. Adapun gempa susulan yang guncangannya dirasakan terjadi sebanyak 269 kali,” ungkapnya.

Ia menambahkan, gempa Ambon juga didahului oleh serangkaian gempa pendahuluan. “Sebelum terjadi gempa utama, BMKG mencatat rentetan gempa pendahuluan dengan magnitudo antara 1,5 – 3,5 sebanyak 30 kali sejak 28 Agustus 2019,” ujarnya.  (MT-02)

Komentar

News Feed