oleh

Sambil Lesehan, Duta Parenting Maluku Makan Bersama Anak-anak Stunting

-Kesehatan-130 views

AMBON – Duta Parenting (Perangi Stunting) Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail mengunjungi kawasan Kufar Pantai, perkampungan nelayan yang berjarak 54 kilometer dari Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur, Selasa (11/2/2020).

Kampung di Kecamatan Tutuktolu itu yang berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku ditemukan 52 kasus anak-anak mengidap stunting atau gizi kronis.

Dalam kunjungan kali ini, Duta Parenting Maluku agak berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya saat ia turun ke daerah locus stunting.

Kali ini, ikut pula Gubernur Maluku Murad Ismail, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekda Maluku Kasrul Selang, para pimpinan OPD di jajaran Pemprov Maluku, juga para pimpinan Balai UPT Kementerian PUPR di wilayah Maluku. Ikut pula Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur beserta jajarannya.

Dalam kunjungan kali ini, Widya turun langsung berdialog dengan anak-anak stunting beserta orang tuanya. Selain memberikan pengarahan terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak, Widya duduk lesehan di lantai dan makan bersama dengan mereka. Ia tampak menikmati, saat menyuapi satu per satu anak-anak stunting.

‘”Ibu-ibu harus biasakan anak untuk makan makanan bergizi. Tidak perlu mahal, yang penting sehat. Harus ada ikan, dan sayur,” imbau Widya.

Ia menyarankan kepada orang tua untuk tidak selalu membiasakan anak-anak mereka mengkonsusmi mie instan dan cemilan yang tidak sehat. Selain itu, dia mengajak agar pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayur-mayur.

“Ada bantuan bibit sayur yang akan saya serahkan. Kalau bisa ibu-ibu dapat menamnya di pekarangan rumah agar mudah memperoleh sayur untuk keperluan masak keluarga,” ajaknya.

Widya cukup lama berdialog dan menanyakan apa penyebab sehingga anak-anak penderita stunting di Kufar cukup tinggi. Terungkap dalam dialog itu, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak termasuk 1.000 hari kehidupan anak sejak dalam kandungan.

Usai berdialog Widya menyampaikan, permasalahan stunting disebabkan oleh pola makan yang tidak terbiasa dengan asupan makanan bergizi dan seimbang buat anak.

“Ternyata anak-anak mereka tidak terbiasa makan sayur. Tadi saya coba suapin, saya lihat reaksi anak-anak, dia ngeh. Itu artinya dia tidak terbiasa makan sayur di rumah,” ungkap Widya.

Ia berharap, kunjungannya ke locus-locus stunting dan berinterkasi langsung dengan para orang tua yang anaknya menderita stunting, secara bertahap bisa merubah perilaku hidup mereka. (MT-04)

Komentar

News Feed