Sekilas Info

Satgas Covid-19 Maluku Ajak Warga Terapkan Protokol Kesehatan Saat Rayakan Idul Adha

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang

AMBON – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, mengajak warga untuk menerapkan protokol kesehatan saat perayaan Idul Adha.

Hal ini diungkapkan Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, saat memaparkan program pencegahan Covid-19 saat Rakor Sosialisasi dan Implementasi Surat Edaran  Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Prokes dalam Penyelenggaraan Idul Adha tahun 2021, di Aula Kanwil Kemenag Maluku, Selasa, (29/6/2021).

Kasrul mengajak umat Muslim di Maluku untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), dalam memperingati dan menunaikan ibadah pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini.

Kasrul yang juga menjabat Sekda Maluku ini meminta agar masyarakat untuk tetap menyesuaikan kondisi faktual di lingkungannya masing-masing.

Hal  ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

"Meskipun kita berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, tetapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, saat pelaksanaan Salat Idul Adha," ungkapnya.

Menurut Kasrul, jika kawasan tempat tinggal masuk kategori penularan tinggi, maka masyarakat sebaiknya melaksanakan salat di rumah masing-masing.

“Saat akan melaksanakan salat harus memastikan kondisi kesehatan diri terlebih dahulu agar tidak membahayakan diri dan orang lain. Namun tetap menghindari kerumunan," ujarnya.

Atas dasar ini, bagi Kasrul, edukasi dan sosialisasi masih sangat penting untuk dilaksanakan terutama mengeni penerapan Prokes. Begitupun dengan capaian vaksinasi, harus ditingkatkan serta adanya dukungan dari tokoh masyarakat dan agama.

"Kegiatan keagamaan perlu disesuaikan dengan penetapan zonasi wilayah Covid-19, termasuk perayaan Idul Adha," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku Djamaluddin Bugis juga menegaskan, pelaksanaan Salat Idul Adha untuk wilayah kategori zona merah (resiko tinggi) dan oranye (resiko sedang) ditiadakan.

“Salat hanya diperbolehkan pada daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 (diluar zona merah/orange).  Hal ini berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satgas Penanganan Covid-19," tandasnya.

Sementara itu, saat pelaksanaan shalat Idul Adha, daya tampung jamaah di masjid akan dikurangi 50 persen dari total kapasitas. Durasi waktu khutbah pun paling lama 15 menit. Para lansia, orang yang kurang sehat/baru sembuh/dalam perjalanan, dilarang mengikuti salat.

"Katib gunakan masker saat khutbah. Panitia wajib sediakan alat pengukur suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak," ungkapnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!