AMBON, MalukuTerkini.com – Secara umum sesuai pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menunjukkan perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 dibandingkan Mei 2025 menunjukkan tren kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku di 3 kabupaten/kota, pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,27 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,75 pada Mei 2025 menjadi 112,31 pada Mei 2026. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,34 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku.Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (2/6/2026).

Dijelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok transportasi sebesar 5,30 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,85 persen; kelompok kesehatan sebesar 4,75 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,63 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,59 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,26 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,11 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,57 persen,” jelasnya.

Ia merincikan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2026, antara lain: tarif angkutan udara, emas perhiasan, bawang merah, beras, sigaret kretek mesin (SKM), tomat, ikan tongkol/komu, ikan cakalang, nasi dengan lauk, mobil, kacang panjang, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, buncis, biaya akademi/perguruan tinggi, sawi hijau, tarif rumah sakit, cabai merah, minyak goreng dan sepeda motor.

“Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain sabun mandi, sabun detergen bubuk, cabai rawit, daun singkong, popok bayi sekali pakai/diapers, lemon, ikan asap, baju muslim wanita, makanan ringan/snack, sagu, kelapa, sepatu pria, baju anak stelan, bawang bombay, ikan selar/kawalinya, wortel, hand body lotion, baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak, susu cair kemasan dan sandal anak,” rincinya. (MT-06)