Sekilas Info

Harus Bayar Rp 85 Juta, Calon Pekerja di Australia yang Direkrut Melalui Disnaker Ambon Kecewa

Ilustrasi

AMBON, MalukuTerkini.com - Calon pekerja di Australia asal Ambon kaget harus membayar uang senilai Rp. 85 juta.

Mendengar hal itu, mereka pun merasa sangat kecewa dengan kinerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon.

Rasa kekecewaan ini disampaikan oleh salah satu calon tenaga kerja Riska kepada wartawan di Ambon, Selasa (28/3/2023).

"informasi harus bayar Rp 85 juta itu disetor pihak ketiga yang bekerja sama dengan Disnaker Ambon untuk memberangkatkan kita ke luar negeri. Awalnya waktu daftar saya berpikir daftar di Disnaker lalu kita diproses hingga akhir oleh Disnaker. Namun ternyata bukan Disnaker yang memberangkatkan kita  namun pihak ketiga. Pihak ketiga itu yang meminta Rp 85 juta dan itu yang buat saya kaget karena terlalu besar sebab dari pengalaman yang saya tahu rata-rata tidak sebesar itu," ungkpanya.

Dijelaskan, sesuai informasi yang diperoleh pembayaran sebesar itu digunakan untuk biaya selama di Australia mulai dari pelatihan, tempat tinggal, visa dan lainnya.

Yang sangat disayangkan, kata Riska, Disnaker Kota Ambon sejak awal tidak pernah mnejelaskan bakal ada biaya  sebesar itu. Bahkan di berbagai media informasi luar ruangan disebutkan proses rekrutmen ini gratis

"Jadi Rp 85 juta itu digunakan mulai dari kita pelatihan 6 bulan di Batam, apartemen yang telah disiapkan, dan kita punya visa sehingga ditotalin hingga berangkat Rp 85 juta," jelasnya.

Yang menjadi aneh, katanya, ketika para peserta seleksi mengikuti sosialisasi di BLK beberapa hari lalu ternyata tak ada satupun pelatihan yang terkait dengan peternakan dan perkebunan.

"Itu juga sudah jauh dari apa yang Disnaker sampaikan bahwa kita akan ditempatkan di peternakan dan perkebunan. Selama sosialisasi di BLK itu tidak ada satu kata pun yang bilang nanti kita kerja di peternakan dan perkebunan, malah kita diajarkan untuk mencuci piring, barista dan ganti sprei hotel. Ini menujukkan Disnaker tidak cakap dalam membangun kerjasama kerjasama," kata Riska.

Bukan itu saja, ia juga mengakui visa para calon pekerja juga tidak ada kejelasan.

"Kita punya visa ini penting, ketika berangkat ke luar negeri kita punya hidup adalah visa. Selama visa tidak jelas itu rawan penipuan. Yang terjadi adalah malah tidak jelas kita punya visa sebab kita balik ditanya mau pilih visa yang mana," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, perusahaan Australia membuka lowongan kerja bagi 1.000 pekerja asal Kota Ambon.

Para pekerja tersebut akan ditempatkan di perusahaan bidang peternakan dan perkebunan di Darwin - Australia.

Di bidang peternakan, perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja pria pada bidang kerja pemotongan hewan dan tenaga kerja wanita pada bidang kerja packing daging. Sedangkan di bidang perkebunan, perusahaan tersebut juga membutuhkan tenaga kerja wanita maupun pria pada bidang kerja packing buah dan petik buah.

Lowongan kerja tersebut kabarnya merupakan hasil kerjasama antara Disnaker Kota Ambon dengan Disnaker Kota Ambon adalah International Working Grup Australia, Aston College Australia dan California Center Indonesia. (bukan dengan perusahaan Global Labor Solutions di Darwin - Australia sebagaimana sempat diberitakan). (MT-05)

Penulis:

Baca Juga