Sekilas Info

Maluku Bebas AI, Karantina Awasi Ketat HPHK

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, Kostan

AMBON, MalukuTerkini.com - Provinsi Maluku termasuk salah satu diantara tiga provinsi di Indonesia yang sudah bebas dari Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Hal ini membuat Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Maluku terus mengawasi ketat sehingga unggas dewasa tidak diperbolehkan masuk ke seluruh wilayah di Provinsi Maluku.

Kepada wartawan di Ambon, Jumat (24/11/2023) Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, Kostan menjelaskan, hal ini pula sesuai dengan Undang-undang Nomor  21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan UU 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, yang menyebutkan “media pembawa hewan dan produk hewan yang dilalulintaskan namun tidak memenuhi persyaratan karantina dan/atau tidak disertai dengan dokumen karantina maka akan dilakukan penahanan terhadap media pembawa tersebut dengan menerbitan Surat Perintah Penahanan (KH-8a)”.

Kostan yang pernah menjabat Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende – Nusa Tenggara Timur ini menegaskan, setelah dilakukan penahanan dan diberikan waktu selama 3 hari kepada pemilik untuk melengkapi persyaratan karantina, namun pemilik media pembawa tidak dapat melengkapi dokumen karantina yang dimaksud maka dilakukan penolakan dan menerbitkan Surat Perintah Penolakan (KH-9a) terhadap media pembawa tersebut.

"Berdasarkan keterangan pemilik, bahwa pemilik tidak sanggup melengkapi serta mengembalikan media pembawa tersebut ke daerah asal, maka pejabat karantina melakukan pemusnahan dan menerbitkan Surat Perintah Pemusnahan (KH 10a) untuk tertib administrasi sesuai UU 21/2019 dan PP 29/2023," tandasnya.

Menurutnya, dalam tahun ini pula sudah tiga kali dilakukan pemusnahan atas HPHK yang masuk ke Ambon.

"Tahun ini sudah tiga kali. Sebelumnya pada ada pemusnahan kentang dari Sulawesi Selatan sekitar 500 kg tanpa dokumen karantina dan juga ada penyakit dari luar. Ada juga ayam dari Surabaya dan berikutnya ada juga ayam serta anjing," ungkap ungkap Kostan yang mengawali karier sebagai Petugas Karantina Pertanian di BKP Pangkalpinang. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!