AMBON, MalukuTerkini.com – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang hilang kontak pasca erupsi Gunung Api Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026).
Tiga pendaki dimaksud terdiri dari dua Warga Negara Asing (WNA) dan satu Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara 15 pendaki yang selamat terdiri dari 7 WNA dan 8 WNI.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi Jumat (8/5/2026) pada pukul 07.41 WIT. Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II (Waspada) mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi.
Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10.000 meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik.
Pada hari kedua operasi Sabtu (9/5/2026), pencarian difokuskan di area yang sebelumnya diduga menjadi titik keberadaan para pendaki berdasarkan hasil penyisiran tim di hari pertama.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Henjte ML Hetharia, yang turut berada di lokasi operasi mengatakan tim SAR gabungan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi.
Berdasarkan hasil pencarian pada Jumat (8/5/2026), keberadaan dua warga negara asing (WNA) sempat terdeteksi. Namun, kondisi medan yang ekstrem serta meningkatnya aktivitas vulkanik membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan.
Seluruh personel SAR gabungan harus bergerak secara hati-hati dan mengikuti rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono yang turut mendampingi operasi di lapangan.
Informasi sementara yang berhasil dihimpun menyebutkan posisi dua WNA tersebut berada pada jarak sekitar 20 hingga 30 meter dari bibir kawah utama.
Kondisi tersebut memerlukan perhitungan dan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan potensi eskalasi aktivitas vulkanik serta faktor keselamatan seluruh personel.
Sementara itu, satu pendaki warga negara Indonesia (WNI) hingga kini masih belum terdeteksi keberadaannya. Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan dukungan personel, peralatan, dan logistik yang telah disiapkan di lokasi operasi.
Hasil pemantauan PVMBG Sabtu (9/5/2026) sejak dini hari hingga pukul 11.00 WIT mencatat beberapa kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.57 WIT dengan lontaran lava pijar yang terpantau dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 06.10 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 07.31 WIT dan 09.12 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak dan condong ke arah barat laut dan timur. Kemudian pada pukul 11.07 WIT, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak mengarah ke timur laut, timur dan tenggara.
PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan Gunung Dukono masih didominasi gempa letusan dengan amplitudo cukup besar, yang menunjukkan erupsi masih berlangsung dengan intensitas tinggi. (MT-01)


Tinggalkan Balasan