SOFIFI, MalukuTerkini.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur, Rabu (26/8/2026).

Dalam rakor tersebut, Wagub didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, H. Samsuddin Abdul Kadir.

Rakor digelar untuk menyikapi meningkatnya titik api di wilayah Maluku Utara yang saat ini tercatat 33 kejadian, meningkat dari 16 titik pada pekan lalu.

Kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan permukiman, tetapi juga sudah meluas ke wilayah pegunungan dan hutan.

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Basarnas Ternate, Karo Operasi Polda Malut, Kabid Damkar Satpol PP, Kepala Koordinator BMKG Malut, Karo Adpim Setda, Kadis Kominfo, Kepala BPBD, serta perwakilan Dinas Perkim dan Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, hadir secara virtual melalui Zoom yaitu perwakilan Korem 152/Baabullah, BIN Daerah Maluku Utara, Lanal Ternate, serta jajaran pemerintah kabupaten/kota meliputi Dinas PUPR Halsel dan Halteng; DLH Kota Ternate, Halteng, dan Halsel; serta perwakilan Pemkab Halut, Pemkab Pulau Taliabu, dan Pemkab Pulau Morotai.

Laporan dari kabupaten/kota menyebutkan bahwa sebagian besar titik api di permukiman sudah dipadamkan oleh relawan bersama TNI, Polri, dan masyarakat. Namun, titik api di wilayah pegunungan dan hutan masih menjadi tantangan karena sulit dijangkau.

“Untuk di kampung, kami masih bisa menangani dengan 2 unit damkar dan mobil pikap berisi galon air. Namun, untuk di gunung, kami mohon dukungan helikopter agar api tidak cepat meluas. Kemarin 16 titik, sekarang sudah 33 titik,” ungkap perwakilan Pemkab Halmahera Utara.

Di Halmahera Timur, titik api di pegunungan Desa Maba dilaporkan belum bisa dipadamkan. Sementara di Pulau Morotai, tercatat 2 titik baru hari ini, dan lahan seluas 16 hektare sudah berhasil dipadamkan dengan bantuan Polres dan TNI AU.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyatakan siap mengerahkan 10 unit alkon, 8 ekskavator, dan 8 mobil tangki kapasitas 4.000 liter, serta membuka posko di nomor 0823-4311-2991.

BMKG Malut memaparkan bahwa Agustus–September 2026 merupakan puncak musim kemarau ekstrem akibat El Nino kuat. Hujan diprediksi baru akan kembali normal pada November 2026. Kondisi ini menyebabkan vegetasi menjadi sangat kering dan rawan terbakar.

Wakil Gubernur bersama Sekda memutuskan empat langkah strategis yaitu:

  1. Membentuk Satgas Penanganan Karhutla Provinsi Maluku Utara yang diketuai oleh Sekda.
  2. Seluruh pemerintah kabupaten/kota wajib mengirimkan data kejadian, kebutuhan armada, dan titik sumur bor malam ini untuk diajukan ke BNPB.
  3. Mengajukan permohonan ke BNPB untuk operasi modifikasi cuaca dan water bombing jika sebaran api semakin luas.
  4. Melaksanakan salat Istisqa serentak di masjid dan rumah ibadah mulai Jumat (29/8/2026).

“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat. Regulasi kita hormati, tetapi keselamatan jiwa lebih utama. Semua unsur harus bergerak cepat dan solid,” tandas Wagub. (MT-08)