PIRU, MalukuTerkini.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) bergerak cepat membendung ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi terus meluas di kawasan tersebut.

Langkah antisipasi ini diwujudkan dengan membagi personel ke dalam sembilan tim penanganan yang tersebar secara teratur di tiga zona pemantauan utama, Rabu (2/9/2026).

Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli menegaskan skema pembagian wilayah operasi ini dirancang sedemikian rupa demi mempermudah mekanisme pengawasan, mempercepat waktu respons, serta menjamin penanganan yang efektif saat titik api mulai terdeteksi di setiap area kerja.

“Pembagian zonal ini menjadi fondasi taktis agar setiap area terpantau secara intensif tanpa ada kawasan yang terlewatkan,” tandasnya.

Penetapan kawasan pengawasan tersebut rincinya, mencakup Zona Pertama yang menaungi Tim Kairatu, Tim Kairatu Timur, dan Tim Kairatu Barat guna memantau masing-masing kecamatan terkait. Selanjutnya, Zona Kedua mengover wilayah Kecamatan Seram Barat melalui Tim Piru, Kecamatan Huamual lewat Tim Huamual, serta Kecamatan Huamual Belakang yang dikawal oleh Tim Waesala.

“Adapun Zona Ketiga memfokuskan pengawasan di bagian utara dan kepulauan, mencakup Tim Taniwel, Tim Taniwel Timur, serta Tim Manipa yang mengawasi seluruh wilayah Kecamatan Kepulauan Manipa,” rincinya.

Kapolres menjelaskan pembagian personel ke dalam tiga zona dan sembilan tim tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemantauan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten SBB.

“Setiap tim memikul tanggung jawab penuh untuk melakukan pemantauan kondisi wilayah masing-masing dan diwajibkan segera mengambil tindakan tegas di lapangan begitu mendapati kemunculan titik api,” jelasnya.

Sepanjang Rabu (2/9/2026), para personel mendeteksi keberadaan tiga titik kebakaran lahan yang berlokasi di wilayah Zona Pertama dan Zona Kedua. Amukan si jago merah tercatat melahap sejumlah kawasan vegetasi dengan tingkat kerusakan serta kendala pemadaman yang beragam di setiap titiknya.

“Lokasi kebakaran pertama berada di kawasan Dusun Tanah Misi, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai dua hektare. Kebakaran di kawasan ini berhasil dijinakkan secara cepat berkat kesiapsiagaan personel Satuan Samapta Polres Seram Bagian Barat yang mengerahkan satu unit armada Armored Water Cannon ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, katanya,amukan api terparah terdeteksi di kawasan Kali Pasa, Dusun Resetlement Pulau Osi, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, yang menghanguskan lahan seluas kurang lebih 10 hektare.

“Hingga saat ini proses pemadaman di area tersebut belum dapat diselesaikan secara menyeluruh akibat ketiadaan akses jalan darat yang dapat dilalui oleh kendaraan pemadam kebakaran maupun mobil Armored Water Cannon menuju pusat titik api,” katanya.

Adapun titik kebakaran ketiga ditemukan di kawasan Dusun Kawanenu, Desa Waisamu, Kecamatan Kairatu Barat, dengan luas area terdampak sekitar satu hektare.

“Beruntung, cobaan kebakaran di lokasi ini berhasil diatasi dan dipadamkan secara manual berkat aksi gotong royong yang padu antara personel Kepolisian Sektor setempat bersama masyarakat Desa Waisamu,” ungkapnya.

Kapolres menegaskan keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa semata-mata menggantungkan pada ketersediaan peralatan pemadam yang canggih.

“Respons cepat dari para personel di lapangan serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci terpenting, terutama ketika titik kebakaran berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan penjinak api,” tandasnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta meminta warga segera menyampaikan laporan resmi kepada petugas terdekat apabila melihat adanya kemunculan titik api di sekitar tempat tinggal warga. (MT-07)