AMBON, MalukuTerkini.com – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan membangun Kota Ambon.
Sinergi dari seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalisasi hingga mengeliminasi berbagai persoalan pembangunan yang masih dihadapi daerah tersebut.
Ajakan tersebut disampaikan Wattimena saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Ambon, Jumat (4/9/2026).
Rapat paripurna istimewa ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, dengan didampingi Wakil Ketua Gerald Mailoa dan Patrik Moenandar.
Dalam pidatonya, Watttimena secara terbuka mengakui Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tidak akan mampu menyelesaikan beragam tantangan kota secara mandiri tanpa keterlibatan pihak lain.
“Memasuki usia yang ke-451 tahun, kita harus jujur bahwa banyak hal yang mesti kita lakukan secara bersama-sama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini sendiri, Pemerintah Kota pun tidak mampu,” ungkapnya.
Ia mengetuk kesadaran seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dan saling membantu demi kemajuan Kota Ambon.
“Melalui kesempatan ini, kami mengajak pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Ambon, Forkopimda Kota Ambon, dan semua unsur masyarakat lainnya untuk mari sama-sama kita bergandengan tangan, untuk paling tidak berupaya untuk meminimalisir berbagai hal yang menjadi persoalan bagi kota ini. Jika mampu mengeliminir itu sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.
Wattimena mengatakan di balik berbagai pencapaian yang telah diraih, Pemkot Ambon tetap mengakui masih banyaknya persoalan yang harus dituntaskan.
“Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah tingkat pengangguran di Kota Ambon yang masih cukup tinggi, yang mencapai 11,37 persen. Selain itu, kualitas infrastruktur dasar juga belum memadai, seperti banyaknya ruas jalan yang rusak dan berlubang, serta kebutuhan penyediaan titik-titik air bersih bagi masyarakat yang perlu segera dibenahi,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, jelasnya, sektor pengelolaan lingkungan juga menghadapi tantangan besar, terutama pada penanganan sampah yang harus terus ditingkatkan serta tingginya tingkat kerentanan Kota Ambon terhadap bencana.
“Ketimpangan distribusi kerapatan penduduk antar desa, negeri, kelurahan, bahkan antar kecamatan juga menjadi kendala tersendiri dalam penataan kota,” jelasnya.
Terkait angka kemiskinan, Wattimena mengaku tingkat kemiskinan di Ambon saat ini masih berada di atas 4 persen.
“Walaupun angka tersebut relatif jauh di bawah rata-rata tingkat kemiskinan provinsi maupun nasional, hal ini tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah lantaran dihadapkan pada tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan yang terus meningkat,” ungkapnya.
Ia jugamengeaskan Pemkot Ambon berkomitmen untuk terus berbenah demi memenuhi ekspektasi publik, terutama dalam mengoptimalkan pemenuhan standar pelayanan minimal secara optimal bagi seluruh warga Kota Ambon. (MT-06)
