BULA, MalukuTerkini.com – Sebanyak lima warga Desa Gorom yang sempat hilang kontak saat berlayar menggunakan longboat di perairan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah hilang arah akibat kabut asap yang menyelimuti perairan tersebut.

Kelima warga itu ditemukan nelayan setempat di sekitar perairan Tanjung Desa Namalean pada Selasa (27/10/2026), setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan dari Pulau Kon menuju Pulau Gorom.

Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Bula, Sukri Patty, menjelaskan Kantor SAR Ambon menerima laporan mengenai hilangnya lima warga tersebut dari Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Pulau Gorom, Muhamad Ismail Kelilauw, pada pukul 10.15 WIT.

“Berdasarkan laporan yang diterima, kelima warga itu berangkat dari Pulau Gorom menuju Pulau Kon menggunakan longboat pada 23 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIT untuk mencari ikan,” jelas Patty kepada malukuterkini.com di Ambon, Selasa (27/10/2026).

Kendati demikian, katanya, saat hendak kembali ke Pulau Gorom Senin (26/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIT, kelimanya tidak kunjung tiba di tujuan dan hilang kontak. Keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian, tetapi belum berhasil menemukan keberadaan mereka sehingga meminta bantuan tim SAR.

“Usai kami terima informasi tersebut sekitar pukul 10.35 WIT, Tim Rescue USS Bula menggunakan RIB dikerahkan menuju perairan Pulau Gorom dengan jarak sekitar 75 nautical mile arah tenggara dari USS Bula guna melaksanakan operasi SAR,” katanya.

Upaya pencarian tersebut kemudian membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.34 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat Pulau Gorom yang menginformasikan kelima korban telah ditemukan pada pukul 11.00 WIT di sekitar perairan Tanjung Desa Namalean.

“:Nelayan setempat yang menemukan mereka langsung mengevakuasi menggunakan perahu motor ikan menuju Desa Aroa, Pulau Gorom. Selanjutnya, sekitar pukul 12.40 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi lanjutan yang menyebutkan seluruh korban telah tiba di Desa Aroa, Pulau Gorom, dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Patty.

Ia menjelaskan abut asap yang masih menyelimuti perairan Maluku diduga menjadi faktor yang menyebabkan kelima warga tersebut kehilangan arah saat berlayar hingga hanyut.

Adapun identitas kelima warga yang sempat hilang kontak tersebut yang Azis Rumalean, Jama Rumanama, Rehan, Raffi dan Alkafi. (MT-07)