AMBON, MalukuTerkini.com – Pejabat Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta serta New Zealand–Maluku Access to Training and Education Scheme (NZMATES) mendatangi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Kamis (20/2/2026).
NZMATES sendiri merupakan program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Selandia Baru dan Pemerintah Provinsi Maluku yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda di Maluku, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mempererat hubungan bilateral antara Selandia Baru dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat di wilayah Maluku.
Rektor Unpatti Prof Dr Fredy Leiwakabessy MPd dalam sambutannya saat pertemuan tersebut mengatakan kehadiran para mitra, khususnya dari Selandia Baru, merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata dari kemitraan internasional yang terus berkembang.
“Hubungan kerja sama yang telah terjalin tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi akademik dan institusional,” katanya.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta merancang langkah-langkah kolaboratif ke depan.
“Dukungan, diskusi konstruktif, serta pertukaran ide yang berlangsung dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan universitas, khususnya dalam mendorong inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan mutu akademik,” ungkapnya.

Ia berharap agar hubungan kemitraan antara Unpatti dan para mitra dari Selandia Baru semakin erat dan produktif, serta mampu melahirkan berbagai program kerja sama yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Seemntara itu, Penasihat Pembangunan pada Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru yang bertugas di Jakarta, Katherine Halliburton dalam sambutannya mengaku program tersebut telah berjalan selama tujuh tahun dan kini memasuki fase berikutnya dengan komitmen pendanaan untuk tiga tahun ke depan, dengan peluang perpanjangan lebih lanjut.
“Fokus utama pada tahap lanjutan ini adalah memperluas akses energi, khususnya bagi wilayah-wilayah di Maluku yang belum terjangkau layanan kelistrikan secara optimal. Implementasi program akan dilakukan melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat daerah serta koordinasi dengan mitra di Jakarta guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan proyek,” ungkapnya.
Selain agenda terkait energi terbarukan, delegasi Selandia Baru juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bertemu dengan sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) mitra kerja di Maluku.
Di bidang pendidikan, Kedutaan Besar Selandia Baru turut mempromosikan peluang studi pendidikan tinggi di Selandia Baru bagi mahasiswa Indonesia.
Setiap tahunnya, sekitar 70 pelajar Indonesia memperoleh kesempatan untuk menempuh studi dan penelitian di Selandia Baru, dengan pembukaan pendaftaran dijadwalkan mulai 1 Maret. (MT-01)




Tinggalkan Balasan