AMBON, malukuterkini.com – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti), dr Farah Christina Noya MHPEd PhD menjadi pembicara utama (Distinguished Speaker) dalam ajang bergengsi “The 7th Asia-Pacific Advanced Nursing Practice, Nursing Education and Leadership Conclave”.

Pertemuan ilmiah tingkat internasional ini berlangsung di Singapura, 18–19 Juni 2026.

Konferensi tersebut menjadi wadah strategis bagi para pakar dunia dari berbagai disiplin ilmu kesehatan untuk mempresentasikan karya ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal bereputasi tinggi.

Kehadiran FK Unpatti di forum ini tidak hanya untuk mendiseminasikan hasil riset di kancah global, tetapi juga memperluas jejaring institusi ke depan.

Dalam forum dunia tersebut, Farah mempresentasikan hasil penelitian mendalam mengenai pendidikan medis serta tantangan distribusi tenaga kesehatan di negara-negara berkembang atau Low- and Middle-Income Countries (LMICs).

Pada hari pertama konferensi, Kamis (18/6/2026), ia membawakan materi presentasi utama berjudul “Beyond the urban lure: factors associated with medical students’ intentions to practice in LMICs disadvantaged areas”.

“Materi presentasi ini didasarkan pada studi yang sebelumnya telah berhasil dipublikasikan pada jurnal bereputasi (Scopus Q1) BMC Medical Education pada tahun 2025,” kata Farah kepada malukuterkini.com, Kamis (25/6/2026).

Selain memaparkan hasil penelitian, Farah memanfaatkan momentum ini untuk membangun hubungan strategis dengan akademisi, praktisi kesehatan, dan klinisi lintas negara.

Forum ini mempertemukannya dengan para ahli multidisiplin, mulai dari profesor kedokteran, pendidik profesi kesehatan, apoteker, dokter gigi, hingga praktisi keperawatan global.

Ia menjelaskan kesempatan ini juga digunakan untuk berburu pemateri internasional guna mendukung agenda akademik di kampus Unpatti ke depan.

“Saat pertemuan tersebut saya juga mengidentifikasi dan menjajaki kerja sama dengan calon pembicara potensial untuk konferensi internasional yang akan diselenggarakan oleh Unpatti di masa mendatang, serta menjajaki kemungkinan kerja sama internasional dalam Tridarma Perguruan Tinggi,” ungkapnya. (MT-01)