AMBON, MalukuTerkini.com – Wali Kota Ambon Bodein M Wattimena mengajak jemaat di Klasis Gereja Protestan Maluku (GOM) Kota Ambon untuk bersinergi menghadapi berbagai persoalan sosial yang kian meresahkan warga kota.
Hal itu diungkapkan Wattimena saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Sidang ke-50 Klasis GPM Kota Ambon yang dipusatkan di Gereja Josep Kam, Jemaat Bethel, Minggu (8/3/2026).
Wattimena menegaskan saat ini masalah sampah di Kota Ambon tidak bisa diselesaikan hanya dengan peningkatan infrastruktur atau sarana prasarana dari pihak pemerintah.
“Tanpa adanya kesadaran masyarakat, segala upaya pemerintah akan menjadi sia-sia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas, memperbaiki infrastruktur dan kualitas SDM. Namun, kita butuh dukungan masyarakat untuk dua hal saja yaitu buang sampah pada tempatnya dan buang sampah pada waktunya. Jika ini dilakukan, masalah sampah bisa kita selesaikan,” tandasnya
Isu kesehatan juga menjadi sorotan tajam, terutama lonjakan kasus HIV/AIDS yang sangat signifikan.
Wattimena menhaku data mencengangkan di mana hanya dalam kurun waktu dua bulan, terdapat lebih dari 60 orang yang terjangkit di Kota Ambon.
Ia pun mengoreksi stigma negatif di media sosial yang sering menilai pendatang sebagai penyebab melonjaknya kasus HIV.AIDS di Ambon.
“Berdasarkan hasil razia rutin yang kita dilakukan ternyata fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Pelakunya sudah orang Ambon maupun Maluku sendiri. Ini kenyataan yang sangat meresahkan,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Ia berharap Persidangan ke-50 Klasis Kota Ambon ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang dapat diimplementasikan di tengah jemaat.
Pembukaan Sidang ke-50 Klasis GPM Kota Ambon juga dihadiri Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) MPH Sinode GPM Pendeta Max Takaria, Asisten Administrasi Umum Sekda Maluku Dominggus N Kaya, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, serta delegasi dari 21 jemaat. (MT-01)




Tinggalkan Balasan