AMBON, MalukuTerkini.com – Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran secara khidmat tanpa melakukan konvoi kendaraan demi menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolda kepada wartawan usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dilanjutkan Buka Puasa Bersama di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (12/3/2026).
Kapolda mengaku apel gelar pasukan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel pengamanan yang sebelumnya telah direncanakan dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Polri, dan instansi terkait.
“Dari rapat lintas sektoral kemarin sudah kita jelaskan jumlah kekuatan dari TNI-Polri, termasuk penempatan pos pelayanan, pos terpadu, dan pos pengamanan. Hari ini apel dilaksanakan untuk mengecek langsung kesiapan seluruh kekuatan yang telah direncanakan,” ungkap alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini.
Ia mengatakan, dalam apel tersebut juga disampaikan pesan dari tokoh agama Islam agar masyarakat melaksanakan takbiran secara khidmat di masjid maupun di rumah masing-masing tanpa harus melakukan pawai atau konvoi kendaraan di jalan.
“Pengalaman beberapa tahun sebelumnya menunjukkan bahwa iring-iringan kendaraan bermotor di ruang terbuka berpotensi menimbulkan kerawanan dan membahayakan keselamatan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib. Jika situasi aman, keluarga juga akan merasa bahagia saat merayakan Idulfitri. Jangan sampai pada malam takbiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Kapolda juga mengajak orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi para remaja agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Selain itu, Polda Maluku memprediksi adanya peningkatan pergerakan masyarakat selama masa mudik. Untuk jalur darat diperkirakan naik sekitar 4 persen, jalur laut meningkat hingga 10 persen, sementara transportasi udara naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, jumlah personel pengamanan juga ditambah. Pengamanan dilakukan melalui tiga jenis pos yaitu pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
“Pos pengamanan difokuskan pada lokasi rawan seperti tempat ibadah, pusat bisnis, dan area keramaian. Sementara pos pelayanan disiapkan di titik-titik pergerakan masyarakat untuk memberikan layanan informasi, tempat istirahat, hingga bantuan kesehatan bagi para pemudik. Adapun pos terpadu berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas sektoral jika terjadi situasi kontingensi yang membutuhkan penanganan cepat dari berbagai instansi,” rincinya.
Selain penempatan pos, aparat TNI-Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga akan melaksanakan patroli skala besar untuk menjaga situasi keamanan selama perayaan Idulfitri.
“Kami juga menyiapkan pasukan cadangan yang standby di markas masing-masing, baik dari TNI maupun Polri. Jika terjadi sesuatu, pasukan ini siap dikerahkan,” ujarnya.
Dikatakan, meningkatnya mobilitas masyarakat dapat memicu interaksi sosial yang lebih tinggi. Interaksi tersebut bisa bersifat positif maupun negatif jika tidak dikendalikan dengan baik. (MT-04)




Tinggalkan Balasan