AMBON, MalukuTerkini.com – Perkembangan teknologi berbasis komputer kini tengah merevolusi dunia pelayanan kesehatan gigi melalui konsep digital dentistry.
Kehadiran inovasi ini terbukti mampu menyederhanakan seluruh rangkaian prosedur klinis, mulai dari tahapan diagnosis awal hingga pembuatan restorasi gigi yang jauh lebih cepat dan akurat.
Koordinator Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Material Kedokteran Gigi FKG UI, Prof Dr drg Yosi Kusuma Eriwati MSi menjelaskan pemanfaatan teknologi digital ini sengaja dirancang untuk mendongkrak efisiensi perawatan sekaligus memberikan pengalaman yang jauh lebih menyenangkan bagi para pasien.
“Penerapan sistem mutakhir ini secara signifikan sukses memangkas berbagai prosedur konvensional di klinik yang selama ini sering memicu rasa tidak nyaman pada pasien, salah satunya adalah proses mencetak gigi secara manual menggunakan material cetak,” jelas Yosi saat memberikan materi bertajuk “Perkembangan Ilmu Material Kedokteran Gigi di Era Modern” pada Kuliah Pakar Dentistry Talk di FK Unpatti, Ambon, Jumat (5/6/2026).
Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Material Kedokteran Gigi FKG UI ini mengatakan integrasi sistem komputer ini secara tidak langsung ikut mempermudah jalur komunikasi dan koordinasi antara pihak dokter gigi dengan laboratorium teknik yang memproduksi restorasi.
“Teknology ini mengacu pada sistem berbasis komputer seperti intraoral scanners, 3D printing, dan sistem CAD/CAM,” kata Yosi yang menempuh pendidikan S1 Kedokteran Gigi UI (1979); S2 Ilmu Material Fakultas Pascasarjana UI (1991); dan S3 Ilmu Material, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (2003) ini.
Menurutnya, transformasi digital dalam ekosistem kedokteran gigi saat ini ditopang oleh empat pilar teknologi utama yang berkembang sangat pesat.
“Pilar pertama adalah intraoral scanners yang berfungsi mengambil cetakan struktur gigi pasien secara langsung ke dalam format digital tiga dimensi tanpa memerlukan sendok cetak konvensional. Data digital yang dihasilkan tersebut kemudian diproses menggunakan sistem CAD/CAM (Computer-aided Design and Manufacturing) serta 3D printing untuk memproduksi mahkota jembatan maupun veneer melalui metode manufaktur yang presisi,” ungkap Yosi yang pernah menjabat Dekan FKG UI periode 2014–2018 ini.
Selain itu, jelasnya, akurasi diagnosis dokter gigi kini didukung oleh teknologi CBCT (Cone Beam Computed Tomography) yang mampu menyajikan citra anatomi gigi tiga dimensi secara mendetail, serta ditunjang oleh digital radiography yang menghasilkan visualisasi sinar-X beresolusi tinggi secara instan. (MT-01)


Tinggalkan Balasan