AMBON, MalukuTerkini.com Memasuki usia ke-18 tahun, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menunjukkan lompatan perkembangan yang sangat signifikan.

Tak hanya berhasil menghadirkan Program Studi Kedokteran Gigi dan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), kini Unpatti sementera memperjuangkan secara intensif hadirnya Rumah Sakit Pendidikan mandiri demi menopang mutu pendidikan medis di Maluku.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unpatti, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., saat memberikan sambutan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-18 FK Unpatti yang berlangsung semarak di Auditorium FK Unpatti, Ambon, Jumat (24/7/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Pieter Kakisina mengaku keberadaan Rumah Sakit Pendidikan bagi FK Unpatti kini telah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar lagi.

Menurutnya, pimpinan universitas, termasuk Rektor maupun Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi sementara melakukan berbagai upaya diplomasi serta perjuangan agar fasilitas krusial tersebut dapat segera terwujud.

“Walaupun pengajuan Rumah Sakit Pendidikan untuk fakultas kedokteran di Indonesia sempat mengalami penundaan selama beberapa tahun terakhir ini, namun integrasi antara program spesialis dan kedokteran gigi yang kini berjalan di Unpatti menuntut tersedianya sarana praktik yang memadai dan mandiri,” ungkapnya.

Guna menunjang pesatnya pertumbuhan jumlah mahasiswa dan program studi, pihak rektorat juga terus membenahi infrastruktur fisik di lingkungan fakultas.

Kakisina menjelaskan pengerjaan penambahan gedung dan ruang kuliah baru akan segera memasuki tahap pelelangan dalam satu hingga dua minggu ke depan.

“Langkah cepat ini diambil setelah pemantauan langsung di lapangan menunjukkan ruang perkuliahan serta laboratorium yang ada saat ini sudah melampaui kapasitas penampungan,” jelasnya.

Kendati terus mengukir prestasi, Kakisina juga mengingatkan usia 18 tahun bukanlah titik akhir untuk berpuas diri, melainkan momentum untuk terus melakukan pembenahan dari berbagai lini.

Ia meegaskan pentingnya mempertahankan standar mutu lulusan yang selama ini telah teruji secara nasional.

“FK Unpatti pernah mencatatkan rekor kebanggaan ketika angka kelulusan uji kompetensi para dokternya berhasil menyentuh angka 80 hingga 90 persen, sebuah pencapaian yang menempatkan kualitas lulusan Unpatti sejajar dengan perguruan tinggi papan atas Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia,” tandasnya.

Ia meegaskan peningkatan sarana prasarana serta pembenahan mutu akademik ini diharapkan dapat melahirkan tenaga medis yang tangguh, tanggap, dan adaptif.

“Ke depan, para alumni FK Unpatti yang mengabdi di seluruh pelosok wilayah Provinsi Maluku diharapkan mampu hadir sebagai benteng utama dalam mengatasi berbagai tantangan dan masalah kesehatan masyarakat, bahkan di tengah kondisi wilayah kepulauan yang sangat ekstrem sekalipun,” tandasnya.

Dies Natalis ke-18 FK Unpatti mengusung tema “SALAHUTU” yang merupakan akronim dari “Solidaritas Abadi, Langkah Artikulatif, Harmoni untuk Transformasi Unggul di Usia 18 Tahun”.

Turut hadir diataranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si; Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D.; Dekan Pertama FK Unpatti dr Jacob Manuputty, MPH; para Wakil Dekan, para Kaprodi, Koordinator, Subkoordinator, para tenaga kependikan serta mahasiswa FK.

Sebagaimana diketahui, FK Unpatti bermula sebagai Program Pendidikan Dokter yang resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 2126/D/2008 pada 11 Juli 2008. (MT-01)