AMBON, MalukuTerkini.com – Kinerja ekspor Provinsi Maluku pada Juni 2026 mengalami penurunan drastis secara tahunan.
Nilai pengiriman barang ke luar negeri pada periode tersebut tercatat hanya mencapai US$ 0,43 juta, atau anjlok hingga 91,58 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada Juni 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menjelaskan merosotnya performa ekspor daerah pada bulan ini dipicu oleh penurunan volume pengiriman sektor nonmigas.
“Ekspor komoditas ikan dan udang yang selama ini menjadi andalan Maluku mengalami penurunan signifikan sepanjang Juni 2026,” ujar Maritje dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (3/7/2026).

Kendati pencapaian di bulan Juni cukup tertekan, namun menurutnya, akumulasi nilai ekspor Maluku secara keseluruhan sepanjang semester pertama tahun ini justru menunjukkan tren yang positif.
“Nilai ekspor Maluku untuk periode Januari – Juni 2026 berhasil tumbuh sebesar 23,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Secara kumulatif, jelasnya, nilai perdagangan luar negeri Maluku melonjak dari angka US$ 23,13 juta pada semester I 2025 menjadi US$ 28,46 juta pada semester I 2026.
“Pertumbuhan positif secara kumulatif ini didorong penuh oleh tingginya permintaan pada sektor nonmigas, khususnya dari kelompok komoditas ikan dan udang yang memegang peran dominan terhadap total nilai ekspor daerah,” jelasnya.
Kendati demikian, Pattiwaellapia juga memberikan catatan terkait struktur ekspor Maluku yang dinilai masih sangat rentan karena tidak adanya kontribusi dari golongan barang lain, seperti bahan bakar mineral, membuat struktur ekspor Maluku hingga saat ini masih sangat bergantung pada satu komoditas utama saja. (MT-06)
