AMBON, MalukuTerkini.com – Angka kriminalitas di Kota Ambon tercatat mengalami kenaikan, dengan kasus pencurian dan tawuran pemuda sebagai penyumbang peningkatan paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho dalam Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Baik” yang mengusung tema “Peran Kepolisian Dalam Memelihara Kamtibmas Sebagai Fondasi Pembangunan Kota Ambon” yang berlangsung di Ambon, Selasa (11/8/2026).
Dalam paparannya, Kapolresta mengaku kasus pencurian menjadi persoalan paling menonjol yang kini menduduki peringkat tertinggi di wilayah hukumnya.
“Kasus pencurian melonjak hingga 19,7 persen, dari 274 kasus pada 2025 menjadi 328 kasus pada 2026, atau mengalami penambahan sebanyak 54 kasus,” ungkapnya.

Selain tindak pidana pencurian, katanya, fenomena konflik sosial di kalangan generasi muda juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
“Angka tawuran antarkelompok remaja dan pemuda melesat tajam sebesar 71,4 persen, di mana tercatat ada 36 kejadian pada 2026 dari yang sebelumnya hanya 21 kejadian pada 2025,” katanya.
Kendati demikian, data kepolisian juga mencatat penurunan pada beberapa jenis tindak pidana lainnya.
“Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melandai sebesar 6,3 persen dari 79 kasus menjadi 74 kasus, sementara perkara tindak pidana narkoba turun tipis dari 16 menjadi 15 kasus, meskipun kepolisian menegaskan kualitas ancaman narkoba tetap menjadi perhatian serius,”rincinya.
Menanggapi dinamika kamtibmas tersebut, pihak Polresta Ambon mengambil langkah cepat dengan memprioritaskan penguatan personel di lapangan.
“Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan volume patroli serta penempatan strong point di berbagai titik rawan aksi pencurian dan tawuran, yang diimbangi dengan deteksi dini terhadap aktivitas kelompok remaja, peredaran minuman keras, hingga potensi provokasi,” jelasnya.
Guna menekan angka kejahatan secara menyeluruh, Kapolresta menegaskan pentingnya penerapan strategi pendekatan keamanan yang berlapis dan terstruktur.
“Penanganan persoalan ini memerlukan pendekatan berlapis, mulai dari langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum yang tegas,” tandsnya.
Ia menjelaskan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat akan terus dikedepankan sebagai langkah awal.
“Strategi tersebut kemudian diperkuat secara intensif melalui kegiatan patroli, dialog sambang warga, serta optimalisasi peran para petugas Bhabinkamtibmas di setiap wilayah,” jelasnya. (MT-04)
