AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon terluka saat berjuang menjinakkan si jago merah yang melahap sejumlah bangunan rumah di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Jumat (28/8/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengaku insiden yang menimpa personel saat bertugas di memadamkan api.

“Kebakaran ini menuntut penanganan ekstra cepat, namun risiko tinggi di area reruntuhan memicu deretan kecelakaan kerja yang menimpa para personel Damkar serta warga setempat,” ungkapya.

Ia merincikan diantara lima personel yang terluka, satu diantaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit GPM akibat hantaman balok kayu di bagian kepala.

“Dua personel lainnya menderita luka di punggung dan tangan setelah tertimpa reruntuhan tembok yang ambruk saat proses pemadaman api berlangsung,” ungkapnya.

Tidak hanya luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan, dua petugas lainnya juga menjadi korban paku berkarat yang menancap di kakinya.

“Salah satu dari mereka harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bakti Rahayu, sementara seorang personel lainnya terpaksa menerima tiga jahitan di Puskesmas Rijali,” rincinya.

Selaijn itu, katanya, dua warga bernama Fuad Waliulu dan Sarianto kuga dilarikan ke Rumah Sakit Siloam akibat tersengat aliran listrik, sedangkan seorang warga yang terkena runtuhan seng di bagian kepala mendapatkan pertolongan pertama secara langsung dari tim medis Damkar.

Upaya memadamkan kobaran api yang serba cepat ini melibatkan kekuatan penuh dari armada Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Ambon.

“Kita mengerahkan 62 personel lapangan yang didukung oleh enam unit mobil pemadam untuk melokalisasi area agar kobaran api tidak kian meluas ke bangunan sekitarnya,” jelas Hehamahua. (MT-04)