AMBON, MalukuTerkini.com – Tim Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berpartisipasi aktif dalam konservasi ekosistem laut bertajuk MyCoral 10.0: Celebrating a Decade of Coral Conservation and Community Engagement yang berlangsung di Terengganu, Malaysia, 20 – 24 Agustus 2026.

Kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh Management and Science University (MSU) Malaysia di Pulau Geluk, Daerah Kuala Terengganu, tersebut diikuti oleh akademisi FK Unpatti, dr. Parningotan Yosi Silalahi, Sp.S, FINA, bersama tiga mahasiswa, yakni Muhammad Rayhan, Lovenia Libertha Simanjuntak dan Louisa Gabriela.

Akademisi FK Unpatti, dr. Parningotan Yosi Silalahi, Sp.S, FINA, kepada malukuterkini.com  di Ambon, Kamis((3/9/2026) mengaku keikutsertaan delegasi FK Unpatti dalam program ini merupakan langkah nyata untuk memberikan pengalaman langsung kepada sivitas akademika dalam upaya pelestarian lingkungan laut dan pesisir.

“Pada hari pertama, seluruh peserta langsung terjun melakukan observasi terhadap kondisi coral restoration frame di bawah laut bersama para penyelam profesional guna memahami media restorasi terumbu karang yang telah ditanam,” ungkap Yosi yang menyelesaikan pendidikan spesialis saraf di Universitas Udayana tahun 2012.

Selain observasi bawah laut, jelasnya. para peserta juga melakukan pembersihan coral frame dari berbagai organisme penempel serta material yang berpotensi mengganggu pertumbuhan karang.

“Langkah ini menjadi bagian penting dari proses pemeliharaan dan pemantauan berkala terhadap media restorasi,” jelas dokter spesialis menangani penyakit sistem saraf seperti otak, sumsum tulang belakang, saraf tepi, dan otot ini.

Yosi mengatakan peserta juga mendapatkan pembekalan teknis melalui Coral Propagation Briefing untuk mempelajari metode propagasi dan restorasi karang secara mendalam, termasuk pemeliharaan berkesinambungan yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta memperoleh pengalaman praktis secara langsung mengenai konservasi terumbu karang sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut secara berkelanjutan,” kata Yosi yang menyelesaikan pendidikan Sub Spesialis Neorologi Intervensi di Universitas Hasanuddin tahun 2021 ini.

Ia mengaku, lingkup aksi pelestarian ini tidak hanya berfokus di dasar laut, tetapi juga menyasar kawasan pesisir melalui aksi shore cleaning atau pembersihan pantai.

“Para peserta juga turut berkontribusi dalam program Go Green Gardening dengan melakukan penanaman pohon mangrove di Kampung Mangkuk untuk mencegah erosi dan menjaga kelestarian kawasan pesisir,” ungkapnya.

Rangkaian program pelestarian lingkungan ini ditutup dengan kegiatan eksplorasi budaya dan heritage tour di Pasar Payang, Terengganu.

“Melalui agenda budaya ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan sosial, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat setempat,” ujarnya.

Kegiatan bertaraf internasional ini diikuti oleh mahasiswa, pengajar, dan staf dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, di antaranya dari MSU Malaysia, Unpatti, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Surakarta, hingga Politeknik Negeri Medan.

“Secara keseluruhan, kolaborasi lintas lembaga ini berhasil menjadi wadah edukatif dalam meningkatkan pengetahuan, kepedulian lingkungan, serta memperkuat sinergi dan interaksi sosial dengan masyarakat local,” katanya. (MT-01)