AMBON, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti) siap memperkuat pencapaian agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan berbasis kelautan dan perikanan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dalam sambutannya saat menyambut kunjungan Menko Pangan Zulkifli Hasan pada Kuliah Umum bagi sivitas akademika di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Leiwakabess mengaku Unpatti memiliki fasilitas marine station seluas kurang lebih 12 hektar yang berlokasi di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

“Kawasan tersebut sejatinya telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti kolam pembenihan, kolam budidaya, keramba jaring apung, cold storage, hingga pabrik es. Namun, seluruh potensi besar tersebut hingga kini belum dapat beroperasi secara optimal karena keterbatasan anggaran operasional,” ungkapnya.

Leiwakabessy menjelaskan untuk meningkatkan kapabilitas dan produktivitas area tersebut dibutuhkan dukungan modal yang tidak sedikit, padahal, fasilitas ini memegang peranan sangat strategis dalam menjembatani upaya penguatan ketahanan pangan di sektor kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir, termasuk pada proses pembenihan.

“Mudah-mudahan melalui kesempatan ini kita bisa mendapat alokasi, katakanlah dengan program Pak Menko Pangan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran tokoh berpengaruh dalam Kabinet Merah Putih tersebut di kampus Unpatti.

“Kehadiran Menko Pangan dinilai sangat penting untuk memberikan gambaran strategi serta penguatan bagi akademisi dalam menyukseskan program swasembada pangan, energi, pengembangan sumber daya manusia unggul, dan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Dikatakan, setelah pencapaian swasembada di bidang pertanian pada tahun-tahun sebelumnya, fokus pengembangan ketahanan pangan nasional dinilai perlu bergeser dan menitikberatkan pada potensi sektor kelautan dan perikanan. Langkah ini selaras dengan Pola Ilmiah Pokok Unpatti, yakni Bina Mulia Kelautan.

“Unpatti pola ilmiah pokoknya adalah Bina Mulia Kelautan. Kami punya sumber daya manusia yang mumpuni, juga sarana prasarana yang tersedia untuk penguatan kapasitas dalam mencapai ketahanan pangan bidang kelautan dan perikanan,” katanya.

Ia menegaskan pihak kampus telah menyiapkan konsep besar untuk membangun wilayah Kepulauan Maluku yang memiliki karakteristik geografis unik, di mana sekitar 90 persen wilayahnya merupakan lautan dan hanya 10 persen berupa daratan.

“Potensi sumber daya alam yang melimpah ini menjadi modal vital yang harus dikembangkan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi,” tandasnya.

Melalui momentum kuliah umum ini, Leiwakabessy optimis kehadiran Menko Pangan tidak hanya memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah, tetapi juga dapat menyerap serta merealisasikan aspirasi pengembangan sarana pendidikan dan riset kelautan yang dititipkan oleh sivitas akademika Unpatti.

Zulhas saat Kuliah Umum tersebut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc; Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani; Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, S.Sos; Anggota Komisi III DPR RI Widya Pratiwi SH; Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama; dan Anggota Komisi I DPR RI Dessy Ratnasari.

Kuliah Umum juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi., M.Si; Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, MA; serta para Dekan. (MT-01)