AMBON, MalukuTerkini.com – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengajak Universitas Pattimura (Unpatti) untuk nantnya mengawal program pembangunan 40.000 Desa Tematik Perikanan.

Program yang akan dilakukan di 37 provinsi ini digulirkan guna mempercepat pencapaian swasembada pangan serta mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ajak tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Unpatti yang berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (2/9/2026).

Dalam pemaparannya, Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan menegaskan program ini menyasar pembuatan puluhan ribu lokasi budidaya ikan darat tematik yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.

“Program Desa Tematik Perikanan dirancang untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional dari unit terkecil pemerintahan,” tandasnya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar setiap desa dan kecamatan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi warganya, baik sumber karbohidrat maupun protein, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Kita juga akan membangun 40.000 Desa Tematik Perikanan. Ini yang nantinya kita akan ajak Unpatti untuk bekerja sama,” ungkapnya.

Zulhas juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam melakukan pengawalan dan pengawasan di lapangan.

“Program yang sementara berjalan ini berada pada fase penting yang menentukan akhir pencapaiannya.Potensi penyimpangan yang masih sering terjadi pada proyek pemerintah, keterlibatan akademisi dalam mengawasi pelaksanaan di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan,” katanya.

Ia juga tidak memungkiri sebaik apa pun kebijakan dirumuskan, kualitas hasil akhir sangat bergantung pada moralitas dan kedisiplinan para pelaksananya di lapangan.

Tanpa kontrol sosial dan pengawasan ketat dari berbagai pihak, ia mengkhawatirkan proyek ini justru berpotensi bermasalah dan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini sementara berjalan, belum gagal dan juga belum berhasil. Tolong diawasi secara ketat. Kalau diawasi ketat, akan jadi bagus. Kalau kita longgar pengawasannya, bisa jadi bumerang,” tandasnya.

Zulkifli mengaku bahwa kelemahan pengawasan kerap memicu godaan bagi pelaksana proyek untuk berbuat khilaf.

“Situasi tersebut pada akhirnya membuat sarana budidaya perikanan yang dibangun berisiko mangkrak, dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, atau sekadar menjadi besi tua berkarat yang sia-sia.” ungkapya.

Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan akademisi untuk membangun sinergi serta saling melakukan pengecekan berulang agar alokasi anggaran benar-benar mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Zulhas saat Kuliah Umum tersebut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc; Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani; Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo, S.Sos; Anggota Komisi III DPR RI Widya Pratiwi SH; Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama; dan Anggota Komisi I DPR RI Dessy Ratnasari.

Kuliah Umum dihadiri Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Unpatti Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi., M.Si; Ketua Senat Unpatti Prof. Dr. Tonny Donald Pariela, MA; serta para Dekan. (MT-01)