AMBON, MalukuTerkini.com – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menginstruksikan pengelola Pelabuhan Ambon untuk mengoptimalkan operasional bongkar muat kontainer pada malam hari guna mengurai antrean kendaraan trailer dan menjaga kelancaran distribusi logistik masyarakat.
Langkah tersebut disampaikan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, saat Duduk Bacarita Kamtibmas Voor Pelabuhan Ambon Pung Bae di Kantor PT Pelindo Ambon, Rabu (9/9/2026).
Kapoolresta mengaku penataan jadwal operasional ini menjadi perhatian serius setelah pihak kepolisian menerima keluhan dari para sopir trailer dan perusahaan ekspedisi.
“Para pelaku usaha logistik mengeluhkan lamanya waktu tunggu kendaraan saat aktivitas bongkar muat terhenti sewaktu petugas lapangan memasuki jam istirahat,” ungkapnya.
Guna mengatasi kendala tersebut, ia meminta manajemen pengelola pelabuhan menerapkan sistem pergantian jam kerja (shift) bagi para operator crane secara berkesinambungan.
“Pola pergantian petugas diperlukan agar kendaraan trailer tidak harus berhenti terlalu lama hanya karena petugas memasuki waktu istirahat. Jika ada kendala di lapangan, agar segera diberitahukan kepada pihak ekspedisi sehingga tidak terjadi miskomunikasi,” tandasnya.
Ia mengatakan jalinan komunikasi yang terbuka antara pengelola pelabuhan, pengemudi trailer, dan pihak ekspedisi sangat krusial untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus memangkas potensi hambatan distribusi barang di wilayah pelabuhan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh General Manager PT Pelindo Ambon Zahlan, Kasat Samapta Polresta Ambon AKP Julkisno Kaisupy, Kapolsek KPYS Iptu Giovani BM Toffy, Kasi Humas Polresta Ambon Ipda Janete S Luhukay, Wakapolsek KPYS Ipda Burhan Nawir, serta jajaran kepala regional PT Pelindo Ambon.
Menanggapi masukan tersebut, General Manager PT Pelindo Ambon Zahlan menjelaskan seluruh operasional di Pelabuhan Ambon berada di bawah koordinasi PT Pelindo Regional Makassar.
“Berbagai masukan teknis maupun penyesuaian kebijakan operasional akan terus dikoordinasikan secara intensif dengan manajemen pusat regional,” jelasnya. (MT-04)



