AMBON, MalukuTerkini.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rudy Irmawan, melantik Yafeth Ruben Bonai sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maluku Barat Daya (MBD), Selasa (20/10/2026).

Dalam kepemimpinan barunya, Yafeth langsung mendapat penekanan khusus dari Kajati Maluku untuk memetakan kondisi satuan kerja, posisi perkara, hingga potensi kerawanan korupsi dalam waktu 30 hari pertama.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Kantor Kejati Maluku.

Yafeth Ruben Bonai sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Ia menggantikan Efrivel yang mendapat promosi sebagai Kajari Sambas.

Pengangkatan Yafeth berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-10422/C/09/2026 tertanggal 22 September 2026.

Dalam sambutannya, kajati menegaskan jabatan yang dipercayakan kepada seorang jaksa harus dijalankan dengan tanggung jawab, keteladanan, serta komitmen menjaga kehormatan institusi.

“Pelantikan dan sumpah jabatan ini mengikat setiap keputusan Saudara. Pimpin satuan kerja dengan sungguh-sungguh, kendalikan pekerjaan, awasi jajaran, dan jaga kehormatan institusi,” tandas kajati.

Kajati Maluku secara khusus menginstruksikan Yafeth segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi Kejari MBD. Laporan tersebut harus mencakup posisi penanganan perkara, kondisi organisasi, serta potensi kerawanan korupsi.

“Dalam tiga puluh hari pertama, saya perintahkan saudara melaporkan kondisi satuan kerja, posisi perkara, dan kerawanan korupsi. Sertakan juga rencana pembenahan pelayanan serta pengawasan internal,” tandasnya.

Menurut Rudy, laporan tersebut harus disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk berbagai hambatan yang dihadapi jajaran Kejari MBD.

“Dengan pemetaan yang jelas, Kejati Maluku dapat memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan dan pengendalian secara tepat terhadap pelaksanaan tugas di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Kajati juga mengingatkan wilayah kerja Kejari MBD memiliki karakteristik kepulauan dan berada di kawasan terluar. Kondisi geografis ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan jarak, aksesibilitas, dan transportasi.

Pelantikan disaksikan Asisten Intelijen Kejati Maluku Diky Oktavia, Asisten Pidana Militer Kolonel Chk Satar M. Hutabarat, serta rohaniawan dari Kementerian Agama Provinsi Maluku, Carl Herman Thenu.

Turut hadir Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri, Asisten Pemulihan Aset Devi F Muskitta, Kajari Kepulauan Tanimbar Krisnandar, Kajari Tual Widarto Adi Nugroho, Kajari Maluku Tengah Didik Haryanto, Kepala Bagian Tata Usaha Resmen, serta Koordinator Samy Sapulette dan Amri Kurniawan. (MT-04)