Sekilas Info

Penyerahan Santunan BPJS-TK Warnai Bulan K3 di Ambon

SANTUNAN - Wagub Maluku Zeth Sahuburua menyerahkan santunan dari BPJS-TK Maluku kepada tiga orang ahli waris penerima saat upacara Bulan K3 di Ambon, Kamis (31/1/2019).

AMBON - Pemberian santunan kepada tiga orang ahli waris penerima dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial-Keteganakerjaan (BPJS-TK) Maluku turut mewarnai upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Ambon.

Pemberian santuan yang diberikan langsung kepada tiga orang ahli waris diserahkan oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, seusai menjadi inspektur upacara Bulan K3 yang berlangsung di lingkungan PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara di Ambon, Kamis (31/1/2019).

Santunan diberikan kepada ahli waris yang pertama atas nama Abraham Herry Wattimena, pekerja lintas agama dari Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethesda masing-masing jaminan hari tua Rp 20.151.892, jaminan kematian Rp 87 juta dan jaminan pensiun Rp 331 ribu/bulan.

Kemudian, ahli waris kedua Abdul Muthalib Sulaiman, pekerja lintas agama dari Masjid Agung An Nur, yakni santunan jaminan kematian Rp 24 juta, dan ketiga ahli waris dari Zefnath Wiliam Tetelepta, dari PT Algira Utama Karya santunan jaminan kecelakaan kerja Rp 74.641.550.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wagub Zeth Sahuburua menjelaskan berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2018 sebanyak 58,76 persen, dan total angkatan kerja Indonesia adalah tamatan SMP ke bawah, sehingga hal tersebut berdampak pada kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam kerja.

"Sementara itu terkait keselamatan kerja, lanjutnya, BPJS-Ketenagakerjaan mencatat sepanjang tahun 2018 terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja, termasuk dalam katagori kecelakaan kerja adalah, kecelakaan lalu lintas pada perjalanan menuju tempat kerja, serta perjalanan pulang dari tempat kerja menuju tempat tinggal," jelasnya.

Olehnya itu kata Menaker dalam sambutannya, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, yakni pekerja, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, terus meningkatkan kesadaran pentingnya K3, serta pengawasan.

"Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan daya saing nasional," katanya.

Menurutnya, saat ini dunia industri dihadapkan pada tantangan revolusi industri 4.0, yang ditandai dengan penggunaan teknologi digital yang kian masif. Digitalisasi industri berpengaruh para hubungan industrial, relasi kerja, tata kerja potensi bahaya di perusahaan.

"Melalui kesempatan yang baik ini saya mengharapkan agar semua pihak untuk melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing. Sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat di seluruh tanah air," ungkapnya. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!