AMBON, MalukuTerkini.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Ambon terus memperkuat transformasi layanan digital dengan mewajibkan seluruh proses reservasi atau pemesanan muatan dilakukan melalui aplikasi MyCargo PELNI.
Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel kepada para pengguna jasa.
Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, mengaku seluruh administrasi pengiriman barang berada di bawah pengelolaan PELNI, sementara proses bongkar muat di pelabuhan dilaksanakan oleh PT Sarana Bandar Nasional (SBN) setelah memperoleh Surat Perintah Bongkar Muat (SPBM).
“Setiap pelanggan yang akan mengirim barang wajib melakukan pemesanan melalui aplikasi MyCargo. Setelah data diverifikasi dan pembayaran dikonfirmasi, PELNI akan menerbitkan SPBM sebagai dasar bagi SBN untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat,” ungkap Ridwan di Kantor PELNI Ambon, Rabu (22/7/2026).
Dijelaskan, sistem tersebut membuat seluruh proses pengiriman barang dapat dipantau secara digital, mulai dari pemesanan, verifikasi data, pembayaran, hingga penerbitan dokumen pengiriman.
“Selain melayani pengiriman muatan reguler, PELNI juga menyediakan layanan Reefer/Kilogram Service (Respek) yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin mengirim barang dalam jumlah kecil. Layanan ini menggunakan sistem perhitungan berdasarkan berat barang dengan batas minimal pengiriman tiga kilogram,” jelasnya.
Ridwan mengatakan, digitalisasi melalui aplikasi MyCargo merupakan bagian dari komitmen PELNI dalam meningkatkan kualitas layanan logistik nasional.
“Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengiriman diharapkan menjadi lebih efisien, terdokumentasi dengan baik, serta memberikan kepastian layanan bagi seluruh pelanggan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi MyCargo sebagai satu-satunya jalur resmi pemesanan muatan, sehingga seluruh proses administrasi pengiriman dapat berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan PELNI. (MT-04)
