Sekilas Info

Jembatan Dawang Ambruk, Pengendara Kendaraan Roda Dua Gunakan Rakit

BULA - Pasca ambruknya jembatan di Desa Dawang, Kecamatan Teluk Waru Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis (25/4/2019) pagi membuat arus transportasi darat lumpuh.

Namun para pengendara kendaraan roda dua masih beruntung, walaupun terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

Sejak ambruknya Jembatan Dawang itu pada sekira pukul 08.30 WIT, antrean kendaraan di sekitar lokasi tersebut kian panjang.

Menyikapi kondisi tersebut, warga membuat rakit untuk membantu para pengendara kendaraan roda dua untuk menyeberangi sungai.

Pantauan malukuterkini.com, Jumat (26/4/2019) pagi, terlihat para pengendara kendaraan roda dua antri untuk menggunakan jasa rakit menyeberangi sungai.

“Itu rakit dibuat seadanya untuk warga yang menggunakan sepeda motor bisa lewat,” ungkap Eko, salah satu warga.

Sementara itu, sebuah truk yang ikut terperosok bersama jembatan itu telah berhasil dipindahkan dari titik patahan jembatan. Air di sungai pun terlihat mulai surut.

Sebagaimana diketahui akibat ambruknya Jembatan Dawang membuat arus transportasi dari Bula menuju empat kecamatan yaitu Teluk Waru, Tutuk Tolu, Kian Darat dan Siritaun Wida Timur terputus. Termasuk akses jalan dari dan ke Bandara Kufar juga terputus.

Jembatan tersebut dikabarkan ambruk sekira pukul 08.30 WIT akibat hujan deras sehingga menyebabkan arus air yang begitu deras menerjang badan jembatan.

Sebuah mobil truk yang sedang melintasi jembatan itu dengan muatan galian C terlihat turut terperosok ke sungai.

Akibatnya kemacetan pun terjadi di sekitar jembatan tersebut pun terjadi. Arus kendaraan dari Kota Bula tak dapat menuju Bandara Kufar sebaliknya dari Bandara Kufat tak dapat menuju Bula.

Kendaraan tak dapat menyusuri alur sungai karena aliran air sangat deras disertai kondisi sungai yang berlumpur.
Kondisi jembatan tersebut selama setahun terakhir ini memang sudah sangat memprihatinkan.

Aspal maupun beton jembatan memgalami kerusakan. Begitu juga besi penahan sudah keropos. Sementara perbaikan yang dilakukan oleh pihak swasta yang sering melewati jembatan tersebut hanya melalui penebalan dengan material pelat besi. Disisi lain arus kendaraan yang melalui jembatan tersebut sangat banyak, bahkan ada kendaraan yang mengangkut bahan galian C.

Camat Teluk Waru, Tutiek Juliniar Firdaus Manyulu mengaku sejak pekan lalu pihaknya warga Desa Dawan sudah datang melaporkan kondisi jembatan dimaksud.

“Saya bersama jajaran kecamatan mengarahkan warga untuk membuat dokumentasi untuk menjadi bukti guna dilaporkan ke instansi teknis terkait. Namun warga belum merampungkan dokumentasi kondisi jembatan akibat hujan dan masih menunggu banjir surut agar bisa menjangkau bagian bawah jembatan yang kondisinya sangat parah,” ungkap Tutiek kepada malukuterkini.com, Kamis (25/4/2019).

Ia mengaku jembatan tersebut sudah ambruk disaat pihaknya belum sempat melaporkan kondisi terkini kepada instansi teknis terkait.

“Jembatan tersebut memang dalam kondisi memprihatinkan namun volume kendaraan yang melewatinya sangat tinggi bahkan beban angkut juga berat,” ungkapnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!