oleh

KRI Teluk Lada-521 Dikerahkan ke Lokasi Pembajakan KM Mina Sejati

AMBON – KRI Teluk Lada-521 yang berada dibawah Komando Armada III dikerahkan ke perairan Laut Aru Selatan guna melakukan pencarian terhadap Kapal Motor Mina Sejati dibajak di perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, oleh ABK-nya sendiri, Sabtu (17/8/2019).

Hal ini disampaikan Kapolres Aru, AKBP Adolof Bormasa kepada malukuterkini.com, Minggu (18/8/2019).

Menurut Kapolres, informasi peristiwa tersebut baru diperoleh saat acara syukuran peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia tadi malam.

Kapolres membenarkan adanya informasi kejadian tersebut. Namun hingga kini belum ditemukan para korban pelaku maupun ABK lainnya.

“Setelah mendapat informasi tersebut, kemudian bersama Danlanal Aru Letkol Laut (P) Silaban langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan melakukan pengecekan. Kebetulan KRI Teluk Lada-521 milik Komando Armada III saat ini berada di Dobo sehingga langsung bergerak,” ungkapnya.

Dikatakan, hingga Minggu (18/8/2019) sore KRI Teluk Lada masih melakukan pencarian di sekitar TKP yang diduga berada di bagian Selatan perairan laut Aru berbatasan langsung dengan Australia.

“TKP-nya itu sudah laut lepas dengan tinggi gelombang yang tidak bisa dijangkau dengan kapal kecil atau speedboat. Atas koordinasi bersama dengan Lanal nantinya jika ditemukan maka akan diarahkan dan ditarik seluruhnya ke Aru untuk diproses,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini belum bisa memberikan keterangan detail soal identitas para korban, pelaku dan kronologis kejadian karena masih dalam penyelidikan.

Sebagaimana diketahui, KM Mina Sejati dibajak di perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Sabtu (17/8/2019).

Kapal ini dibajak oleh tiga orang Anak Buah Kapal (ABK)-nya sendiri , sekitar pukul 16.00 WIT.

Akibat pembajakan tersebut,  sembilan orang ABK lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan cara menceburkan diri ke laut.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muslimin di Ambon, Minggu (18/8/2019)

Menurut Muslimin dari sembilan ABK yang ceburkan diri, dua meninggal dunia dan tujuh lainnya selamat kemudian dievakuasi oleh kapal nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut

“Aksi pembajakan ini mengakibatkan  sembilan orang ABK langsung cebur ke laut kemudian dievakuasi oleh kapal nelayan yang berada disekitar perairan tersebut, tujuh orang dikabarkan selamat, dua orang dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, 18 ABK lainnya kata Muslimin masih berada diatas kapal tersebut akan tetapi belum diketahui keberadaannya.

“Masih ada 18 orang ABK di kapal yang dibajak namun nasibnya kami belum kami ketahui,” katanya.  (MT-04)

Komentar

News Feed