Sekilas Info

444 Tahun Kota Ambon, Survei Indo Barometer: Warga Keluhkan Sejumlah Permasalahan

HASIL SURVEI INDO BAROMETER - Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli memaparkan hasil survei yang dilaksanakan Indo Barometer di wilayah Kota Ambon pada tanggal 16 – 23 Agustus 2019. Pemaparan tersebut disampaikan di Ambon, Kamis (5/9/2019).

AMBON – Kota Ambon akan memasuki usia ke-444, Sabtu (7/9/2019). Di usia tersebut, hasil survei yang dilakukan Indo Barometer menunjukan ada sejumlah permasalahan yang sangat mendesak di kota ini.

“Survei Indo Barometer dilaksanakan di wilayah Kota Ambon yang meliputi 5 kecamatan (Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Teluk Ambon Baguala dan Letimur Selatan). Dilaksanakan pada tanggal 16 – 23 Agustus 2019 dengan jumlah responden 400 orang berusia minimal 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Margin error sebesar ± 4.90%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling,” ungkap Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli di Ambon, Kamis (5/9/2019).

Dikatakan, maksud dan tujuan survei tersebut adalah untuk mengetahui permasalahan apa saja di Kota Ambon yang perlu segera dibenahi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, serta untuk mengetahui pendapat masyarakat mengenai Kota Ambon jelang ulang tahunnya yang ke-444.

“Enam permasalahan mendesak di Kota Ambon yang paling banyak diungkap (pertanyaan terbuka/spontan) adalah sulitnya lapangan kerja (21.3%), kurangnya tempat pembuangan sampah (21.3%), masalah lalu lintas/transportasi (kemacetan) (14.8%), sulitnya kondisi ekonomi rakyat (5.8%), masalah kemiskinan belum teratasi (4.8%), dan penataan kota belum rapi (4.3%). Masih ada sejumlah permasalahan lainya yang diungkapkan, namun prosentasenya kecil,” katanya.

Ia juga merincikan, ada enam permasalahan mendesak di lingkungan tempat tinggal yang paling banyak diungkap (pertanyaan terbuka/spontan) yaitu kurangnya tempat pembuangan sampah (26.3%), sulitnya lapangan kerja (15.3%), masalah infrastruktur (kondisi buruk/rusak) (8%), sulitnya mendapatkan air bersih (7.3%), masalah keamanan (5%), dan lingkungan kurang bersih (4.8%). Selain itu, masih ada sejumlah permasalahan lainya yang diungkapkan, namun prosentasenya kecil.

Walau begitu, menurut Hadi Suprapto Rusli, sebanyak 46.3% masyarakat menyatakan kondisi ekonomi Kota Ambon sekarang lebih baik/jauh lebih baik dibanding tahun lalu. “Sebanyak 42.3% menyatakan tidak ada perubahan. Dan sebanyak (9.3%) menyatakan jauh lebih buruk/lebih buruk. Tidak tahu/tidak jawab (2.1%),” ungkapnya.

Selain itu, katanya, sebanyak 54.4% masyarakat menyatakan kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih baik/jauh lebih baik dibanding tahun lalu. “Sebanyak 36.8% menyatakan tidak ada perubahan. Dan sebanyak (5.8%) menyatakan jauh lebih buruk/lebih buruk. Tidak tahu/tidak jawab (3%),” kata Hadi Suprapto Rusli. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!