oleh

Bambang Soesatyo, Dari Wartawan Hingga Ketua MPR RI

-Politik-327 views

AMBON – Bambang Soesatyo terpilih menjadi Ketua MPR secara aklamasi dalam sidang paripurna MPR, Kamis (3/10/2019).

Seluruh anggota MPR yang hadir menyatakan setuju dengan penetapan ini. Bambang Soesatyo kemudian menyalami sejumlah orang termasuk Ahmad Muzani yang sebelumnya juga mengincar kursi Ketua MPR.

Mengawali karir sebagai wartawan Harian Umum Prioritas pada 1985, Bambang Soesatyo lahir di Jakarta, 10 September 1962. Dan karir jurnalistiknya terus berlanjut pada 1987 dengan menduduki posisi Sekretaris Redaktur Majalah Vista, serta menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis pada 1991.

Kecintaannya pada dunia jurnalistik kembali berlanjut dengan menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya pada 2004, hingga akhirnya pada tahun yang sama ia duduk sebagai Direktur PT Suara Rakyat Membangun, perusahaan yang menaungi Suara Karya. Sebagai jurnalis, Bamsoet pernah mendapat penghargaan News Maker Award dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 2010.

Selepas menggeluti dunia jurnalistik, berlanjut selama dua tahun sejak 2006-2007, suami dari Lenny Sri Mulyanti ini bergelut sebagai pebisnis. Dan seiring perjalanan waktu, ayah dari Dimaz Raditya Soesatyo tersebut akhirnya terjun ke dunia politik sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sejak 2009. Dia didapuk sebagai Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Aziz Syamsuddin pada 2016.

Masuk DPR, Bambang Soesatyo mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VII wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen. Dirinya juga merupakan salah satu dari 9 anggota DPR RI yang membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century.

Bamsoet dikenal kritis dalam menyampaikan pandangannya tentang Aliran Dana Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century. Namun pria yang saat ini berusia 57 tahun itu juga kerap menjadi sorotan publik karena gemar koleksi dan mengendarai mobil mewah.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo

Karir Bamsoet mengkilat saat terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2018-2019, menggantikan koleganya sesama kader Golkar, yakni Setya Novanto, yang tersandung kasus korupsi e-KTP.

Akhirnya, takdir membawa puncak karir politik Bambang Soesatyo pada Kamis (3/10/2019) malam, kala dirinya secara aklamasi terpilih sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024, menyingkirkan saingan terdekatnya, Ahmad Muzani dari Partai Gerindra yang harus puas duduk sebagai Wakil Ketua MPR.

Sebagai Ketua MPR, Bamsoet mencakup 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD. Hal ini dinilai banyak kalangan sebagai lompatan berarti untuknya setelah sebelumnya duduk sebagai Ketua DPR.

Bagi Partai Golkar sendiri, keberhasilan Bamsoet duduk di kursi MPR-1 ini merupakan sejarah. Kenapa demikian? Karena pasca reformasi, belum pernah ada kader partai beringin yang memuncaki pimpinan MPR. Sebut saja Amien Rais (PAN/1999), Hidayat Nur Wahid (PKS/2004), Taufik Kiemas (PDIP/2009), dan terakhir Zulkifli Hasan (PAN/2014), dan mereka semua bukan dari Partai Golkar.

Keberhasilan Bambang Soesatyo menduduki kursi Ketua MPR tak lepas dari kerja keras Fraksi Partai Golkar MPR pimpinan Zainuddin Amali. Kekuatan lobi Golkar pada delapan fraksi lain dan DPD berhasil membulatkan suara untuk kemenangan Bamsoet. Sehingga boleh dikatakan, kemenangan Bamsoet ini adalah kemenangan Partai Golkar.

Dalam memimpin MPR lima tahun ke depan, Bamsoet didampingi sembilan tokoh sebagai Wakil Ketua, yaitu Ahmad Basarah (PDIP), Ahmad Muzani (Partai Gerindra), Lestari Moerdijat (Partai NasDem), Sjarifuddin Hasan (Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).

Selamat bertugas Bamsoet !!!

(MT-06)

Komentar

News Feed