oleh

Bantu Korban Gempa Maluku, Kepala BNPB Serahkan Donasi dari Peserta Peringatan Bulan PRB

-Bencana-359 views

AMBON – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan amanah yang didapatkan dari kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 yang berlangsung 13-15 Oktober 2019 di Bangka Belitung.

Penggalangan dana menghasilkan uang sejumlah Rp 2 milyar untuk korban gempa Maluku.

“Uang hasil dari penggalangan dana sebesar Rp 2 milyar didapatkan dari Gubernur, Pegawai Negeri, masyarakat, dan dunia usaha serta BPBD se-Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut,” ungkap Doni saat penyerahan donasi tersebut di Ambon, Maluku, Minggu (27/10/2019).

Donasi tersebut diserahkan oleh Doni kepada Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy serta perwakilan dari Pemkab Maluku Tengah, Pemkab Seram Bagian Barat dan Pemkot Ambon.

Dikatakan, dana tersebut sudah ditransfer ke rekening BPBD Provinsi dan selanjutnya akan dibagi rata ke BPBD terdampak gempa beberapa waktu lalu.

SERAHKAN DONASI – Kepala BNPB, Doni Monardo menyerahkan donasi yang didapatkan dari kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 yang berlangsung 13-15 Oktober 2019 di Bangka Belitung kepada Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy bersama perwakilan pemkab/pemkot terdampak di Ambon, Minggu (27/10/2019).

“Nantinya akan dibagi rata ke BPBD terdampak gempa beberapa waktu lalu, yaitu Provinsi Maluku, BPBD Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Barat dan BPBD Maluku Tengah,” katanya.

Saat ini, menurutnya, status penanganan bencana gempa Maluku sudah memasuki masa transisi menuju ke pemulihan.

“Pemerintah Kabupaten/Kota terdampak sudah membuat surat keputusan jumlah kerusakan rumah berdasarkan kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Selanjutnya data antara BPBD dan dinas terkait sama berdasarkan by name by address dari kerusakan rumah. Bantuan stimulan Rp 50 juta untuk rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang, dan Rp 10 juta rusak ringan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, BPBD, Dinas PKP dan BNPB telah menyepakati pola penanganan dan jenis rumah tahan gempa yang akan dibangun. “Pola penanganan yang digunakan adalah swadaya didampingi fasilitator untuk membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) bagi warga rumah rusak berat. Pemda juga telah menyusun rencana aksi perbaikan rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Targetnya pada bulan Februari seluruh proses perbaikan telah selesai,” jelasnya. (MT-03)

Komentar

News Feed