Sekilas Info

Hadiri Pengukuhan Raja Negeri Allang, Wagub Minta Tradisi Adat Harus Dijaga

HADIRI PENGUKUHAN ADAT - Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno (kanan) menyampaikan sambutan saat menghadiri pengukuhan adat Raja Negeri Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (20/10/2020).

AMBON - Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menghadiri pengukuhan adat Raja Negeri Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (20/10/2020).

Pengukuhan Oktavianus Edward Patty sebagai Raja Negeri Allang ditandai dengan penyerahan tongkat dari Raja sebelumnya Izaac Rudolof Patty kepada Oktavianus. Penyerahan berlangsung di Baileo Negeri Allang.

Oktavianus, sebelumnya telah dilantik Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal sebagai Kepala Pemerintah Negeri Allang di Masohi, Rabu (1/7/2020). Namun, untuk mendapatkan gelar Raja sesuai Perda Nomor 01 Tahun 2006 tentang Negeri, maka proses pengukuhan secara adat perlu dilakukan.

Wagub pada kesempatan tersebut mengatakan Raja adalah pemimpin tertinggi dari kesatuan masyarakat adat. Oleh sebab itu, keberadaan negeri-negeri adat perlu dijaga dan dikembangkan karena merupakan warisan leluhur yang perlu dihormati. Atas dasar itu, pengukuhan Raja Allang merupakan pengakuan masyarakat terhadap pemimpin adatnya.

"Saya berharap, tradisi ini dapat terus dijaga dan dipertahankan menjadi kekayaan budaya masyarakat. Juga melestarikan kearifan lokal yang berkembang dan diakui hingga saat ini," katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal mengatakan, pengukuhan adat tersebut terus menjadi tradisi dan harus dikembangkan.

Pemerintah Negeri Allang pun diharapkan bisa mengemban amanat, memajukan negeri dan bisa bekerja sama dengan raja-raja yang ada di Jazirah Leihitu ini.

"Terkait tugas dan tanggung jawab, Pemneg Allang harus mengutamakan kepentingan masyarakat, selalu bekerja sama.  Selaku pribadi dan Pemkab Malteng, saya mengucapakan selamat atas Pengukuhan adat ini kepada saudara Oktavianus selaku Raja Negeri Allang," katanya.

Sementara itu, Raja Negeri Allang Oktavianus Edward Patty,  dalam sambutannya menjelaskan, UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, telah membuka sejarah baru bagi Pemerintah Desa. Salah satunya adalah pengakuan negara terhadap persatuan masyarakat hukum adat.

"Bentuk pengakuan tersebut juga termasuk dalam penyebutan sistem pemerintahan, sehingga kita tidak mengenal istilah desa saja tetapi untuk penyebutannya disesuaikan dengan adat istiadat setempat. Dan untuk Kabupaten Maluku Tengah, kita mengenal istilah negeri," jelasnya.

Raja mengajak masyarakat Negeri Allang membangun negeri secara bersama-sama. Apalagi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Negeri Tahun 2020-2026 sebagai Dokumen Perencanaan Pembangunan enam tahun kedepan sudah ditetapkan dalam Peraturan Negeri Allang.

"Saya mohon partisipasi aktif dari segenap masyarakat, agar program dalam dokumen ini dapat terealisasi untuk pembangunan Negeri Allang yang lebih baik, maju dan mandiri," ajaknya.

Acara pengukuhan ini, Forkopimda Maluku/Kabupaten Maluku Tengah, Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Camat Leihitu Barat John Latumeten, Camat Salahutu Abdul Manaf Ohorella, Kapolsek Leihitu Barat Iptu Johan Anakotta, Dandim 1504 Ambon Letkol Inf Dominggus Christian Soumokil, Muspika Kecamatan Leihitu Barat, Latupati Kecamatan Leihitu/Leihitu Barat/Salahutu dan  Tokoh Agama. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!