Sekilas Info

Mendagri: Forkopimda Harus Kompak Antisipasi Potensi Kerawanan Penularan Covid-19 Saat Libur Cuti Bersama

PENGARAHAN - Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pengarahan saat “Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW” yang dilaksanakan secara virtual di Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis, (22/10/2020).

AMBON - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah dan jajaran Forkopimda seluruh Indonesia harus kompak mengantisipasi segala potensi kerawanan yang mungkin terjadi.

Terlebih, sebentar lagi akan ada libur panjang cuti bersama dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Belum lagi potensi bencana  hidrometeorologi dan potensi kerawanan lainnya.

Mendagri mengatakan hal itu dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Acara rapat koordinasi itu sendiri selain dihadiri Mendagri, juga dihadiri secara virtual oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderisasi Beragama mewakili Menko Bidang PMK, Dirjen Bimas Islam mewakili Menteri Agama,  Deputi Bidang Kebijakan Strategis mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sekjen Kemenaker mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Kasum TNI mewakili Panglima TNI,  Asops Kapolri mewakili Kapolri, Wakil Kepala BIN mewakili Kepala BIN, para Gubernur, Bupati, Walikota beserta pejabat Forkopimda Provinsi Kabupaten Kota se- Indonesia.

Seperti diketahui, kata Mendagri, minggu depan ada cuti bersama dan juga ada libur panjang. Untuk hari liburnya, ada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara untuk cuti bersama, seperti yang telah diatur dalam SKB 3 Menteri disebutkan ada 2 hari cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi, yaitu tanggal 28 dan 30 Oktober.

"Jadi otomatis ada 3 hari libur, hari Rabu, Kamis dan Jumat. Tiga hari libur ini berdekatan dengan 2 hari yang biasanya juga itu libur, yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 31 Oktober dan tanggal 1 November.  Kemudian tanggal 26 dan 27 Oktober itu adalah hari kejepit. Bisa saja mungkin ada yang mengambil cuti di situ, sehingga bisa berangkat duluan bahkan mungkin dari Jumat sore tanggal 23 Oktober besok, Sabtu, Minggu," katanya.

Mendagri menjelaskan perlu ada antisipasi untuk pengamanan-pengamanannya, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Antisipasi ini untuk menjaga arus mudik, arus lalu lintas, mobilitas masyarakat yang tinggi,  baik yang ingin pulang kampung atau yang  mau berlibur ke tempat tujuan wisata.  Ini tentunya berpotensi  menimbulkan kerawanan di bidang lalu lintas, baik darat. laut maupun udara. Ini yang perlu diantisipasi oleh semua stakeholder, baik di pusat dan daerah. Dan juga kerawanan yang paling utama sekali pada masa pandemi ini adalah kerawanan penularan," jelasnya.

Mendagri juga mengungkapkan bahwa kementerian yang dipimpinnya sudah mengeluarkan surat edaran yang diterbitkan pada tanggal 21 Oktober kemarin. Surat edaran itu itu memang bersifat umum. Berisikan apa saja yang harus dilakukan termasuk tes Covid-19 bagi yang mau berangkat dan yang kembali dari bepergian.

"Kalau yang positif sebaiknya tidak berangkat, yang kembali dari daerah atau kembali dari luar kota juga sebaiknya kita himbau melakukan tes mandiri supaya tidak menulari keluarga-keluarga atau yang lain. Nah ini diantaranya isi surat edaran ini,  tolong dapat diterima dan sekaligus diterjemahkan, tapi semua kembali kepada local wisdom atau karakteristik wilayah masing-masing. Ini silahkan dengan rapat Forkopimda mengambil keputusan," ungkapnya.

Namun Mendagri mengingatkan, prinsipnya tidak terjadi kerumunan.

“Bila terjadi kerumunan, artinya antisipasi bisa dikatakan gagal. Karenanya, Forkopimda harus kompak. Karena kekompakan adalah kunci keberhasilan dalam mengantisipasi dan mencegah segala potensi kerawanan.  Prinsip satu saja ukurannya kalau nanti di media muncul kerumunan yang tidak bisa menjaga jarak teman-teman Forkopimda daerah itu dapat dikatakan gagal, tidak kompak, kira-kira begitu. Kekompakan rekan rekan menjadi kunci," katanya. (MT-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!