Sekilas Info

Wali Kota Optimis Ambon Segera Masuk Zona Kuning Covid-19

Ilustrasi

AMBON - Tingginya tingkat kesembuhan pasien dan rendahnya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19, membuat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy sangat optimis kota yang dipimpinnnya bisa masuk ke zona kuning zonasi resiko daerah penyebaran Covid-19.

"Skoring Ambon saat ini kita lagi menuju ke zona kuning. Mudah-mudahan dalam sehari dua ini kita sudah bergerak ke zona kuning, karena kita punya tingkat kesembuhan pasien tinggi, sedangkan pasien yang terkonfirmasi rendah," jelas Wali Kota kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (27/10/2020).

Ketika ditanya terkait dengan adanya kasus kematian pasien akhir-akhir ini, Wali Kota mengaku hal itu tidak terlalu pengaruhi skorsing Pemkot Ambon.

"Saya rasa tidak terlalu berpengaruh artinya tingkat kesembuhan kita juga sangat masif begitu pun tingkat konfirmasi yang rendah mudah-mudahan tidak," ujarnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

"Kunci kita hanya satu yaitu disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. Jadi saya himbau masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, agar kita bisa masuk pada zona kuning," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Kota Ambon berada dalam deretan daerah zona oranye (resiko rendah). Peta Zonasi Risiko Daerah Peneybaran Covid-19 dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Indikator-indikator yang digunakan adalah sebagai berikut:

INDIKATOR EPIDEMIOLOGI:

  1. Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  2. Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  3. Penurunan jumlah meninggal kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  4. Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  5. Penurunan jumlah kasus positif & probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  6. Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
  7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif & probable
  8. Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
  9. Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk
  10. Kecepatan Laju Insidensi per 100,000 penduduk

INDIKATOR SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT

  1. Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
  2. Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)

INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

  1. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampaid dengan >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
  2. Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung sampai dengan >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS

(MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!