Sekilas Info

Curi Senpi, Warga Tulehu Dihadiahi Timah Panas

AMBON - SA warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) harus merintih kesakitan akibat timah panas menghantam kaki kanannya.

Pelaku pencurian senjata api (senpi) milik anggota Polsek Salahutu berinisial FP ini hendak kabur sehingga dilumpuhkan saat  ditangkap di kediamannya Kamis (5/11/2020) lalu.

SA tak sendiri, ia bersama MK yang juga warna setempat berhasil diamankan. Namun hanya SA yang kakinya dilumpuhkan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo SN Simatupang kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Rabu (11/11/2020).

Kapolres menjelaskan, tindak pidana pencurian yang dilakukan keduanya itu terjadi Minggu (1/11/2020) tepatnya di rumah personel polisi tersebut.

“Pelaku hendak membobol jendela rumah milik korban  dan mendapati tas milik korban yang isinya adalah HP dan senjata api jenis revolver. Niat mereka ini itu untuk mencuri. Saat itu  posisinya anggota ini menaruh tas yang isi senpi di atas lemari yang jaraknya tidak jauh dari jendela yang dibobol para pelaku sehingga mereka berhasil mengambilnya,” jelasnya.

Kapolres mengatakan, kedua pelaku merupakan merupakan sindikat pencuri yang sering kali beraksi di sejumlah rumah di Negeri Tulehu dan sekitarnya.

“Mereka sudah dijadikan tersangka dan mendekam di Rutan Polresta Ambon,” katanya.

Mantan Kapolres Buru ini mengaku,  sebelum ketahuan dan ditangkap mencuri senpi, keduanya pernah melakukan perbuatan mencuri HP di salah satu rumah di kawasan Dusun Pahlawan, Desa Tulehu.

“Dari kejadian itu, personel Satuan Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan sehingga langsung mengetahui identitas keduanya. Saat mengetahui anggota kemudian  bergerak menangkap keduanya di rumah masing masing di Negeri Tulehu. Salah satu tersangka itu terpaksa kita  lumpuhkan karena mencoba melarikan diri," ungkapnya.

Khususnya barang buktinya, jelas Kapolresta, tersangka  tanam disamping rumah.

"Jadi awalnya senpi itu ada 6 peluru, namun saat diamankan tinggal 5 peluru. Hasil interogasi, SA mengaku sudab menembakan 1 peluru ke arah udara untuk memastikan senjata tersebut aktif atau tidak,” jelasnya.

Penyidik menjerat keduanya dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!